Kenapa Alfanous Begitu Istimewa??


Semakin lama mengenal Alfanous dan sang developer muda, Ashim Shally meski cuma lewat jejaring sosial dan blogging saya semakin tertarik dengan software ini terlebih ia dibuat ketika sang developer masih studii dan tanpa ada tendensi materi ia bersedia membagi kode-kode softwarenya untuk selanjutnya dikembangkan oleh umat Islam seluruh dunia yang mempunyai basic dan perhatian dalam software enginering.
Dan berikut ini hal-hal yang menjadikan Alfanous istimewa:

  1. Alfanous adalah search engine yang dibuat secara modern dengan pencarian yang cepat dan tepat.
  2. Alfanous itu open source, siapa saja bisa ikut andil mengembangkan sesuai dengan basic kemampuannya. filenya bisa anda dapatkan disini: http://alfanous.svn.sourceforge.net/viewvc/alfanous/
  3. Tampilan lebih rapi, simple dan sederhana dan mirip google setelah ditambahkan Json Output Service
  4. Alfanous masih terus berusaha berkembang dan hadir dengan tampilan yang lebih baik.
  5. Alfanous punya kelebihan-kelebihan, bisa anda coba dengan mengklik link ini
  6. Alfanous ada di berbagai platform seperti windows, linux, web dan android.
  7. Satu hal lagi yang membuat Alfanous istimewa adalah, ia lahir dari sebuah negara yang sedang mengalami pertarungan ideologis, yaitu antara ideologi sekuler yang dibawa penjajah Perancis dan Islam Arab yang dipegang mayoritas penduduk Aljazair. Dan berikut ini artikel yang saya kumpulkan dari berbagai sumber tentang perjuangan masyarakat Aljazair menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi negaranya.

Muslim Aljazair antara Franscophone dan Arabisasi

Sejaran Islam di Aljazair sudah dimulai pada tahun 682 M. Pada tahun itulah Aljazair berhasil ditaklukkan dan menjadi bagian wilayah dinasti Umayyah dibawah  Khalifah Yazid bin Muawiyah. Banyak penduduk Aljazair kemudian memeluk Islam. Di antaranya bahkan ikut dalam ekspedisi ke Spanyol bersama mujahid Islam yang masyhur, Thariq bin Ziyad, dalam misi heroik Futuh Andalusia.

Aljazair atau Aljir merupakan negara Islam di Afrika Utara. 18 Maret tahun ini negara tempat lahirnya pemikir Islam sekuler Mohammed Arkoun itu, akan berusia  52 tahun. Modernisasi yang melanda serta kuatnya kultur Perancis yang pernah menjajah negeri ini menghadirkan problem identitas dan sosial budaya yang tak mudah dipecahkan.

Di Aljazair memang telah terjadi tarik-menarik yang alot antara pihak Islam dan Nasionalis atau Sekuler, salah satu konflik yang terjadi adalah masalah bahasa. Sejak dijajah oleh Perancis tahun 1882, budaya negeri mode ini tertancap kuat di Aljazair. Proses ekspansi militer-budaya ini membuat rakyat Aljazair tak asing dengan istilah-istilah Perancis dan perlahan mengerti secara utuh bahasa Perancis. Dan tentu saja di tengah globalisasi saat ini, berbahasa Perancis lebih memiliki prestise lebih dibanding bahasa Arab, sekalipun bahasa Arab adalah bahasa resmi negara.

Di Aljazair, bahasa Perancis mengakar lebih kuat. Bahasa Arab hanya dipakai di sekolah, itupun hanya pada saat pelajaran bahasa saja. Tak hanya menjadi bahasa percakapan, bahasa Perancis juga digunakan bagi nama toko, kantor swasta dan nama jalan. Hanya beberapa yang memakai bahasa Arab.

Fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Adalah Gules Gambon (1891-1897), penguasa kolonial Perancis di Aljazair yang memprakarsai satu golongan yang dapat menjembatani antara pemerintah kolonial Perancis dan rakyat Aljazair. Kelompok ini dinamai franchopone yang diisi para intelektual muslim Aljazair.

Proyek budaya kaum kolonial ini semakin kuat pada awal abad ke-20 melalui penguasa kolonial Perancis berikutnya, Jonnart. Menurutnya franchopone dibutuhkan karena agenda Perancis di Aljazair harus didukung satu golongan borjuis konservatif yang mampu mengakomodasi filisofi Perancis yang progresif dan berkeadilan. Ia bahkan mengeluarkan undang-undang pada tahun 1938 yang menetapkan bahasa Arab adalah bahasa asing di Aljazair.

Sebenarnya pemerintah Aljazair pasca kemerdekaan negara mereka, telah berusaha melakukan proyek arabisasi untuk mereduksi sindrom Perancis. Proyek arabisasi ini dicetuskan oleh wakil dewan pendiri Aljazair yang langsung melakukan langkah konkret mengeluarkan pernyataan berisi permintaan pada pemerintah Presiden Ahmed Ben Bella untuk melakukan program arabisasi di sektor pendidikan dan birokrasi demi sempurnanya kemerdekaan politik atas Perancis.

Namun, proyek yang mendapat dukungan mayoritas rakyat Aljazair ini tidak berjalan mulus. Hal ini disebabkan beberepa faktor. Di antaranya; pemerintah Aljazair sendiri sudah terbiasa melakukan surat-menyurat dan menulis dokumen dalam bahasa Perancis dan tak gampang menghilangkan kebiasaan itu. Bahkan birokrasi Aljazair menolak dokumen atau surat berbahasa Arab yang ditujukan kepada mereka. Ini tak lepas dari kesepakatan Evian-Maroko yang menyetujui kemerdekaan Aljazair antara Front Pembebasan Nasional Aljazair (FNP) dan Perancis, yang tertulis dalam bahasa Perancis, tanpa salinan berbahasa Arab. Kesepakatan Evian ini mengantarkan pemerintah Aljazair memiliki tradisi memanaki bahasa Perencis dalam menulis perjanjian, dokumen dan surat menyurat.

Pada masa Presiden Houarie Boumeddience, proyek Arabisasi dilakukan pada sejumlah kurikulum seperti fakultas hukum, sejarah dan sastra. Sedangkan fakultas teknik dan kedokteran tetap memakai bahasa dan kurikulum Perancis.

Pada masa penerapan sistem multipartai tahun 1989, parlemen Aljazair mengesahkan undang-undang (UU) yang menegaskan pembicaraan, surat-menyurat dan teks-teks resmi harus menggunakan Bahasa Arab. Bagi yang melanggar peraturan ini dikenakan sanksi berupa denda. UU ini juga menyentuh para pengusaha yang diancam sanksi akan ditutup usahanya jika melanggar. UU ini kemudian menghadirkan kontroversi dan memperoleh tentangan keras dari pihak yang kontra. Akhirnya UU ini dibatalkan pada tahun 1992 oleh PM Ridho Malek.

Saat ini Aljazair seperti memiliki identitas ganda. Sekalipun mereka berdarah Arab namun apa yang mereka tunjukkan dalam keseharian sangatlah Perancis. Meski demikian Aljazair terhitung masih beruntung tidak sampai menjadi sekuler seperti Turki. Mereka tetap menerapkan Islam sebagai agama resmi negara yang membuat perkembangan dan kelanggengan Islam tergaransi secara konstitusional.

Selain itu, dalam konteks reformasi dunia Arab, Aljazair merupakan barometer sebagai negara yang dikenal sangat getol mendukung reformasi di dunia Arab, termasuk semua isu reformasi yang menjadi agenda KTT Arab di Tunisia tahun 2004. Aljazair bahkan dianggap akan mampu menjadi pelopor kebangkitan dunia Arab dan Islam secara luas.

 Demikian sedikit keterangan tentang keadaan muslim Aljazair. Dan Alfanous sekarang lagi ikut AlgeriaWebAward, dukung Alfanous dengan meng-vote di link berikut http://www.algeriawebawards.org/index.php/vote/27-religieux

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: