Tuduhan Syaikh Syiah Yasir Al-Habib tentang Imam Ahmad bin Hanbal


Yasser Al-Habib (bahasa Arab: ياسر الحبيب) dilahirkan pada tahun 1977 yang berasal dari Kuwait. Dia adalah lulusan Ilmu Politik Universitas Kuwait. Pandangannya dalam beberapa isu mengenai agama Islam tergolong ekstrem, termasuk mengenai sejarah wafatnya Fatimah putri Nabi Muhammad. Beliau kerap kali melayangkan kecaman kepada Abu Bakar, Umar serta Aisyah. Hujatan yang dilakukannya dalam sebuah ceramah tertutup ternyata tersebar dan membuatnya dipenjarakan oleh pemerintah Kuwait pada tahun 2003.

Belum setahun, ia dibebaskan, namun beberapa hari kemudian ditangkap lagi. Sebelum dijatuhi hukum inabsensia selama 25 tahun, ia meninggalkan Kuwait. Oleh karena tidak mendapat izin dari pemerintah Kuwait untuk pergi ke Irak dan Iran, beliau mendapat suaka dari pemerintah Inggris.

Sejak berada di Kuwait, ia sudah memimpin organisasi Khaddam Al-Mahdi. Di Inggris, organisasi yang beliau pimpin semakin berkembang; memiliki punya koran sendiri yang bernama Shia Newspaper, hauzah bernama Al-Imamain Al-Askariyin, majelis sendiri bernama Husainiah Sayid asy-Syuhada, yayasan dan juga website sendiri. Website resminya alqathrah.

Selain menghujat Sahabat, beliau juga menuduh Imam Ahlus Sunnah, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal dengan tuduhan-tuduhan yang keji. Orang ini tidak layak disebut Yasir Al-Habib tetapi Yasir Al-Khabits, La’natullah ‘Alaih.

Dan berikut ini beberapa video ceramah dari ulama Syiah, Yasir Al-Khabits  tentang Imam Ahmad bin Hanbal.

Pertama: Yasir Al-Habib mengatakan bahwa Imam Ahmad tidak bisa membedakan mana hadits yang shahih dan yang saqim atau dhaif.

kedua: Imam Ahmad tidak punya kompetensi dalam hadits

ketiga: ImamAhmad seorang penipu

Keempat: Imam Ahmad tidak layak untuk dihormati

Untuk membantah pernyataan-pernyataan keji dari Yasir Al-Khabits ini, saya hanya ingin menukil beberapa catatan akhir dari buku Dr. Musa Al-Musawi, ulama Syiah yang telah bertaubat dari aqidah Syiah dalam bukunya yang berjudul: As-Syi’ah wat Tashih, As-Shura’ baina Syiah wa Tasyayu’.

Beliau menyebutkan satu hadits yang telah diriwayatkan turun temurun oleh ulama Syiah: “Sesungguhnya Jibril mendatangi Fatimah Az-Zahra setelah wafat abinya (Muhammad SAW), dan menceritakan banyak kejadian yang nantinya akan terjadi”.

Orang Islam meyakini hadits ini bertentangan dengan pokok dan aqidah Islam, karena wahyu telah putus setelah wafatnya Nabi SAW. Yang aneh, hadits ini telah diriwayatkan oleh banyak perawi Syaih, tetapi tidak ada yang mengkritisi, mereka bersikap diam sebagai tanda ridha dan setuju.

Oleh karena itu kita sudah tidak perlu percaya lagi dengan riwayat-riwayat Syiah yang banyak bertentangan. Lihatlah bagaimana kata Ali ketika memandikan dan mengurus jasad Nabi SAW: “Demi Ayah dan Ibuku, dengan kematianmu telah putus sesuatu ayng tidak akan putus selain karenamu yaitu kenabian, berita dan wahyu dari langit”.

Sekian artikel ini ditulis, semoga bisa bermanfaat dan mohon saran dan kritiknya untuk kemajuan tulisan dan blog saya. Terima kasih

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: