Jawaban Dr. Zain An-Najah seputar pernyataan KH Said Agil Siradj: Situs Porno Hanya Makruh?


Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah yang menunjuki kita kepada kebenaran. Siapa yang Dia beri petunjuk maka tak seorangpun yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh-Nya maka tak seorangpun yang mampu menunjukinya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Berikut ini rekaman hasil wawancara antara Dr. Ahmad Zain An-Najah, seorang pemerhati Islam yang tamatan dari Alazhar dengan wartawan voa-islam, tentang pernyataan KH Said Agil Siradj: Situs Porno Hanya Makruh?

Pasca kejadian bom Solo, KH Said Agil Siraj membuat satu pernyataan yang melukai hati sesama muslim dan menyenangkan hati thaghut dan kafirin. Seolah tidak tahu adanya rekayasa dari peristiwa-peristiwa yang dikategorikan sebagai aksi terorisme, dia menuduh situs-situs jihadis radikal sebagai akarnya, sehingga meminta Menkominfo agar menutup situs-situs jihadi radikal yang dianggap mengajarkan terorisme. Secara tidak langsung, Said Agil menyamakan jihad dengan aksi terorisme. Sama persis dengan Israel yang menganggap pejuang Palestina yang berjihad untuk pembebasan negeri mereka sebagai teroris. Sama juga dengan kaum kuffar Amerika yang memusuhi Islam, menganggap jihad melawan penjajahan Amerika dan sekutunya atas Irak, Afghanistan, dan negeri-negeri muslim lainnya sebagai teroris.

Namun jawaban Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring cukup membuat lego umat Islam. Karena, “Menurut saya, akar radikalisme itu bukan karena mengakses situs. Tidak ada orang menjadi teroris karena membuka situs, nggak ada, boleh dibuktikan,” kata Tifatul di Jakarta, Kamis (29/9/2011).

Sepertinya Ketua Umum PBNU ini sangat benci terhadap gerakan-gerakan jihad sehingga membandingkan situs yang mengabarkan jihad dengan situs porno. Menurutnya, situs radikal (baca,-jihad) lebih berbahaya daripada situs porno. Karena situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa, hanya makruh.

“Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno,” ujar Prof Dr KH Said Agil Siraj, pelitaonline.com, selasa, 27 September 2011.

Terhadap pernyataan di atas, banyak tanggapan yang mencela ketua umum ormas Islam terbesar di negeri ini. Seperti yang dapati dalam salah satu komentar di forum.detik.com.

“Akang Siradj, coba dihitung berapa jumlah korban teroris dibanding dengan korban aborsi di luar nikah! Dan, “mudharat situs porno hanya berdampak individual”? Agil juga nih si Said. He3x.” kata salah satu komentar.

“Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno,”

kata Prof Dr KH Said Agil Siraj

Jawaban Syubuhat Situs Porno Hanya Makruh

Untuk mengetahui kedudukan hukum situs porno (mengakses/melihatnya) kami menanyakan langsung kepada DR. Ahmad Zain An-Najah, M.A., Doktor bidang Syare’ah, pada Fakultas Studi Islam, di Universitas Al Azhar, Kairo. Berikut wawancara yang kami laksanakan pada Sabtu, 1 Oktober lalu, sesudah menyampaikan kajian fikih kontemporer di masjid Al-Muhajirin, Kavling Harapan Kita, Harapan Jaya, Bekasi Utara. Berikut ini penjelasan dari beliau:

“Sebenarnya secara fikih memang beda antara melihat gambar dan melihat langsung. Yang diharamkan melihat langsung. Tetapi melihat gambar ini ada dampaknya. Kadang lebih berbahaya daripada melihat langsung. Jadi keharaman itu tidak harus melihat hukum aslinya (dzatnya,-red) tapi juga harus melihat dampaknya. Seandainya mudharatnya lebih besar, tentunya jauh lebih haram dibanding kalau langsung. Jadi tidak hanya melihat hukum secara dzatnya, tetapi melihat dampaknya. Oleh karena itu di dalam beberapa ayat Al-Qur’an disebutkan, umat Islam –umpamanya- diharamkan untuk mencaci maki berhala-berhala orang-orang musyrik pada waktu itu. Padahal mencaci maki berhala-berhala itu boleh-boleh saja, tetapi kalau dampaknya mereka mencaci maki Allah Subhanahu wa Ta’ala maka itu diharamkan. Itu satu.

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (QS. Al-An’am: 108)

Kedua, kita umat Islam dilarang untuk mengatakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam رَاعِنَا Ra’ina, padahal itu boleh, Cuma karena kata-kata itu dipakai untuk menjelek-jelekan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam oleh orang-orang Yahudi, maka tidak boleh digunakan. Padahal pada hakikatnya boleh, Cuma dampaknya tidak baik maka tidak boleh.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa`ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.” (QS. Al-Baqarah: 104)

Banyak contoh-contoh lain yg semisal termasuk hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kita dilarang untuk mencaci maki bapak kita. Ya Rasulullah, bagaimana itu mencaci maki bapak kita? Beliau menjelaskan, kita mencaci maki bapak teman kita sehingga teman kita itu mencaci bapak kita.

Jadi keharaman di situ bukan dzatnya, tetapi akibat atau dampak yang dihasilkan dari perbuatan kita itu. Karena itu dalam kaidah fikih disebutkan, Saddu Al-Dhara’i, ia termasuk sumber hukum walau termasuk Mukhtalaf Fiiha, tetapi oleh mayoritas ulama itu dipakai. Kenapa? Karena Saddu Al-Dhara’i ini berarti menutup jalan menuju kemudharatan.

Termasuk juga ayat Wala Taqrabu Zina (jangan kalian dekati zina). Pacaran di dalam Al-Qur’an dan hadits tidak ada nash secara utuh/tegas, tetapi karena dampaknya akan menyebabkan perzinahan, sehingga diharamkan.

Jadi kembali kepada hal-hal yang haram, maka para ulama menyebutkan hukum sarana itu adalah hukum al-ghayah. Hukum sarana itu dihukumi dengan hukum yang akibat, jika kepada sesuatu yg haram maka ia haram. Sehingga seluruh sarana yang menyebabkan seseorang berbuat haram, maka dihukumi haram. walaupun pada hukum asalnya sarana itu adalah halal. Oleh karena itu situs-situs porno atau tontonan-tontonan lain yang pada hakikatnya itu tidak sama dengan seseorang kalau melihat aslinya itu bisa dihukumi haram jika berakibat kepada hal-hal yang haram. Dan kalau kita lihat dampaknya sangat besar sekali yang menyebabkan kerusakan-kerusakan yang sangat dahsyat sekali.

Contohnya ketika terjadi peristiwa siapa itu? (beliau kurang hafal dengan nama keduanya,-red) Dua artis, … ariel dan luna maya, katanya anak-anak kecil yang melihat itu mempraktekkan kepada temen-temennya yang masih kecil juga. Jadi intinya bahwa menilai hukum dalam fikih itu tidak saja dilihat dari dzatnya, tapi juga melihat kepada dampaknya.” Selesai penjelasan dari DR. Ahmad Zain an-Najah.

Kesimpulan

Hukum haram tidak hanya dilihat dari dzatnya, tapi juga dari akibat yang ditimbulkannya. Segala sesuatu yang mengakibatkan terjadinya perbuatan haram maka hukumnya juga haram. Oleh karena itu, berdasarkan akibat buruk yang ditimbulkan dari tontonan haram, di antaranya situs porno, maka ia dihukumi haram. Jadi tidaklah tepat jika situs porno itu dihukumi hanya makruh. Jika hanya makruh maka tidaklah harus dibuat peraturan keras dan tegas untuk melarangnya. Wallahu Ta’ala a’lam

——————————————————

Aneh sekali melihat statement dari KH Agil Siraj di atas karena dengan jelas Allah swt memerintahkan perempuan untuk menutup auratnya, supaya tidak dilihat sama mata lelaki yg bukan muhrimnya, semoga saja KH Agil Siraj bisa bertaubat dan menarik kembali pernyataannya di atas.

Dan kita semua tahu kalau situs porno jauh lebih berbahaya karena merusak moral dan ujung-ujungnya sangat merusak iman. Kerusakan otak akibat situs porno jauh lebih parah dibanding dengan kerusakan yang diakibatkan oleh narkoba sekalipun. Akankah ini dibiarkan…..bagaimana masa depan bangsa ini jika generasinya diracuni dengan situs porno yang dibiarkan bebas berkeliaran begitu saja…..siapa lagi yang peduli kalau bukan kita??

Dan kita melihat bahwa program pemblokiran situs oleh pemerintah itu tidak diseriusi oleh pemerintah karena bermata dua karena terkait kepentingan ekonomi dan moral, dan demi perbaikan akhlaq masyarakat, maka semestinya kepentingan ekonomi harus dikorbankan demi maslahat yang lebih baik.

Dan sebagai urun rembuk masalah ini sebaiknya masyarakat mulai digalakkan untuk memakai software Nawala yang mampu memblokir situs berkonten pornografi, bisa digunakan OS yang sudah terintegrasi Nawala seperi Linux Sabily atau Blankon yang islami.

Dan semoga masyarakat indonesia semakin cerdas dalam berinternet, karena di dunia maya segalanya ada, kita harus bijak memakainya agar tidak berbagaya bagi kita.

Ayo mulai sekarang bentengi diri dan keluarga masing-masing dari situs maksiat ini dan bagi para penguasa berwenang dengan kekuatan anda berantaslah situs maksiat ini sebagai wujud tanggungjawab kepemimpinan dan tanggungjawab anda sebagai orang beriman!

Dan sungguh islam itu agama yang sempurna, ia telah mengajarkan kepada umatnya adab-adab yang baik, di antaranya, mengharamkan Ikhtilath, mewajibkan hijab, menganjurkan untuk menundukkan pandangan.

Pertama, Menjauhkan wasilah-wasilah yang dapat menumbuhkan syahwat

Bagi Orang tua dan para pengajar harus menjauhkan para remaja dari wasilah-wasilah yang dapat memicu timbulnya sahwat mereka, seperti membaca kisah-kisah yang tidak berguna, film-film yang keluar dari adab islam dan majalah-majalah yang mengumbar aurat dengan alasan zaman modern.

Kedua, Memakai hijab bagi para pemudi

Memakai hijab yang familiar disebut jilbab akan mencegah timbulnya syahwat karena seorang pemudi tidak akan terlihat bagian yang bagus dan cantiknya. Selain itu hijabnya harus memiliki kriteria pakaian seorang muslimah, di antaranya; tidak membentuk lekuk tubuh, tidak menyerupai pakaian orang kafir, karena kepribadian seorang muslimah itu tinggi, ia tidak mengikuti orang –orang yang tidak beradab, dan sifat pakaian muslimah yang lain adalah tidak menyerupai pakaian lelaki, karena Rasulullah SAW bersabda: “Rasululah SAW melaknat lelaki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai lelaki.” Dan termasuk adab seorang muslimah yang hari ini mulai ditinggalkan adalah hendaknya seorang muslimah tidak keluar dari rumahnya kecuali bersama suaminya atau mahramnya.

Ketiga, Melarang Ikhtilath (bercampur baur) antara lelaki dan perempuan

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada sepeninggalku fitnah yang lebih besar bagi seorang lelaki selain wanita.” (HR Bukhari Muslim) dan Islam telah mengharamkan seorang lelaki bersama perempuan selain mahramnya untuk menjauhi fitnah dan bisikan syetan, Rasulullah SAW bersabda: “Tidalah salah seorang dari  kalian bersama perempuan melainkan yang ketiganya adalah syetan.” (HR Ahmad) selain itu Islam juga melarang untuk berjabat tangan dengan wanita yang asing (bukan mahramnya), Rasulullah SAW bersabda: “hanya saja kepala seorang di antara kalian dtusuk dengan jaruum lebih baik baginya dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” ( at-Targhib wat Tarhib: 3799).

Tidak diragukan bahwa ikhtilath akan menghilangkan kehormatan dan merusak akhlaq dan Islam mengajak supaya membuat masyarakat yang bersih yang tidak timbul syahwat setiap waktu.

Keempat, Mendidik para remaja dengan ‘Iffah (menjaga kehormatan)

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yanh tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya.” (QS an-Nur: 33) dan tarbiyah ini mengharuskan adanya keterikatan dengan adab-adab Islam dan wasilah serta latihan untuk memadamkan gejolak syahwat, di antara latihan-latihan yang diberikan Islam adalah:

Pertama, Menundukkan pandangan

Pandangan adalah panah yang telah diperingatkan oleh syari’at untuk meninggalkannya, Rasulullah SAW bersabda: “Pandangan adalah salah satu panah dari panah-panah syetan, barang siapa yang meninggalkannya karena takut pada Allah maka akan diberikan kenikmatan iman dalam hatinya.”  (HR Thabrani).

 

Kedua, Menetapkan tiga waktu isti’dhan (meminta izin)

Yaitu tiga macam waktu yang biasanya pada waktu-waktu itu badan banyak terbuka. Oleh sebab itu, Allah swt melarang hamba sahaya dan anak-anak di bawah umur untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin sebagaimana firman Allah QS. An-Nur: 58-59:

Wahai orang-orang yang beriman. Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orng yang belum baligh (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum Shalat Subuh, ketika menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah Shalat Isya’. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

Syaikh As-Sa’di menyebutkan dalam tafsirnya bahwa ayat ini menunjukkan tiga waktu privat yang orang lain terutama hamba sahaya dan anak-anak di bawah umur diperintahkan untuk meminta izin karena merupakan waktu aurat yaitu:

  1. Waktu tidur setelah shalat Isya’.
  2. Waktu bangun dari tidur sebelum shalat fajar dan.
  3. Waktu ketika tidur siang

 

Ketiga, Tidak bertabarruj

Tabarruj yaitu tidak menampakkan perhiasan yang di pakai seorang wanita atau dengan menghentakkan kakinya ke tanah agar diketahui orang.

link terkait: Tips Memadamkan Gejolak Syahwat pada masa Puberitas

                         Ahmad Zain An-Najah

 

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: