Imam Ahmad dan fitnah Khalqul Quran di masa Al-Mu’tashim


Setelah Al-Makmun, kekhalifhan beralih ke tangan saudaranya, Abu Ishaq Muhammad Al-Mu’tashim bin Harun Al-Rasyid. Khalifah yang lahir pada tahun 180 Hijriyah ini telah mendapat wasiat dari Al-Makmun agar meneruskan pendapat kemakhlukan Al-Quran dan menguji para ulama dalam hal tersebut, sehingga interogasi terhadap para ulama yang menolak doktrin tersebut tetap berlangsung. Hal ini menyebabkan Imam Ahmad tetap diatahan dalam penjara.

Salah satu bentuk intimidasi yang dilakukan Al-Mu’tashim kepada Imam Ahmad adalah sebagaimana yang dituturkan oleh beliau sendiri, “Ketika dibawakan cambuk kepada Al-Mu’tashim, ia berkata kepada algojonya, “Majulah kalian!”, maka salah seorang di antara mereka maju mendekatiku lalu mencambukku dua kali kemudian mundur kembali, berikutnya majulah algojo lainnya dan mencambukku dua kali dan mundur. Ketika aku sudah dicambuk sebanyak tujuh belas kali, Al-Mu’tashim berdiri dan mendekatiku seraya berkata, “Wahai Ahmad! Untuk apa kamu mencelakakan dirimu? Sungguh aku sangat kasihan kepadamu.” Dan sambil menempelkan ujung pedangnya pada tubuhku ia berkata, “Apakah kamu ingin mengalahkan mereka semua?” dan salah seorang pengawal khalifah berkata, “Wahai Amirul Mukminin! Darahnya ada dalam tanggunganku.” Kemudian khalifah berkata, “Celaka kamu wahai Ahmad! Apa yang akan kamu katakan?” Aku menjawab, “Berikanlah kepadaku sesuatu dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah ` niscaya aku katakan dengannya” kemudian Khalifah memerintahkan kepada algojonya untuk mencambuk lagi hingga aku pingsan. Dan ketika aku siuman aku mendapati rantai yang membelenggu tubuhku sudah terlepas.

Kejadian tersebut sering kali terjadi pada diriklu, aku selalu pingsan ketika cambukan itu terjadi, jika cambukan dihentikan biasanya aku siuman kembali. Di tengah kesadaranku yang baru pulih, aku melihat khalifah duduk di bawah sinar mentari tanpa penutup yang melindunginya dan aku mendegarnya berkata kepada Ibnu Abi Duad, “Aku merasa telah berbuat dosa kepada orang ini.” Maka Ibnu Abi Duad menghasutnya, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya –demi Allah- orang ini kafir dan musyrik.[1]

Sering Imam Ahmad dikeluarkan dari penjara untuk diajak berdebat dengan para ulama pengusung pemikiran Jahmiyah, seperti Ahmad bin Abu Duad dan Abdurrahman bin Ishaq tentang kemakhlukan Al-Quran, tetapi jawaban beliau tetap sama dan tidak berubah. Akibatnya, Al-Mu’tashim bertambah marah, memaki-maki beliau dan menyuruh algojonya untuk mencambuk lebih keras, namun semua itu, diterima Imam Ahmad dengan penuh kesabaran dan keteguhan seperti halnya gunung yang menjulang dengan kokohnya.[2]

Di saat menghadapi terpaan fitnah yang sangat dahsyat dan deraan siksaan yang luar biasa, Imam Ahmad masih berfikir jernih dan tidak emosi, ia tetap mengambil pelajaran meski datang dari orang yang lebih rendah ilmunya. Beliau mengatakan, “Semenjak terjadinya fitnah, saya belum pernah mendengar suatu kalimat yang lebih mengesankan dari kalimat yang diucapkan oleh seorang Arab Badui kepadaku, “Wahai Ahmad, jika anda terbunuh karena kebenaran maka anda mati syahid, dan jika anda selamat maka anda akan hidup mulia”. Maka hatiku bertambah kuat.[3]

Karena kerasnya siksaan yang diterima Imam Ahmad, maka rekan-rekannya dalam penjara menganjurkan beliau agar ber-taqiyyah di hadapan para penguasa tersebut, sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad bin Ibrahim Al-Busyanji, “Mereka (rekan-rekan Imam Ahmad bin Hanbal) menganjurkan beliau untuk ber-taqiyyah, maka beliau berkata, “Bagaimana kalian menyikapi hadits Khabbab ra, yaitu sabda Nabi Muhammad `, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian ada yang digergaji kepalanya namun tidak membuatnya berpaling dari agamanya.” Kemudian kita berputus asa?” Lalu beliau menegaskan, “Aku tidak peduli dengan penjara, penjara dan rumahku sama saja.”[4] Imam Ahmad juga pernah ditanya tentang ulama yang mukrah apakah ia harus ber-taqiyyah dalam fatwanya, ia menjawab, “Jika seorang ulama menjawab dengan taqiyyah dan seorang jahil dengan kebodohannya, maka kapan kebenaran ini akan menjadi jelas?”.

Pada akhirnya, beliau dibebaskan dari penjara setelah ditahan selama 28 atau 30 bulan. Beliau dikembalikan ke rumah dalam keadaan tidak mampu berjalan. Setelah luka-lukanya sembuh dan badannya pulih kembali, beliau kembali menyampaikan hadits-hadits, berfatwa dan pelajaran-pelajaran lainnya di masjid sampai Al-Mu’tashim wafat pada hari kamis tanggal 11 Rabi’ul Awal 227 Hijriyah dalam usia 47 tahun lebih 7 bulan.[5]

 


[1] Imam Az-Zahabi, Siyar ‘Alam An-NubAla’, juz IX, hAl. 253

[2] Lihat kisah lengkapnya dalam kitab, Abu al-Arab Muhammad bin Ahmad bin Tamim bin Tamam at-Tamimi, al-Mihan, Tahqiq: Dr. Umar Sulaiman al-Uqaili, (Riyadh: Dar al-Ulum, 1984 M), cet. Ke-1, hal. 450 dalam bab; Dharbu Ahmad bin Hanbal Rahimahullah. Dan Dr. Musthafa Muhammad Hilmi, Manhaj Ulama al-Hadits wa al-Sunnah fi Ushul al-Din, cet.ke-1, hal. 141-150. Selain Imam Ahmad, ada dua ulama yang telah berdebat dengan ulama Mu’tazilah penyokong khalqul Quran, Bisyr al-Muraisi.

1.       Imam al-Darimi dengan Bisyr al-Muraisi

2.       Abdul Aziz bin Yahya al-Kinani al-Makki dengan Bisyr al-Muraisi

3.       Utsman bin Sa’id dengan Bisyr al-Muraisi

[3] Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Manaqib al-Imam Ahmad bin Hanbal,Tahqiq oleh: Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin al-Turki (Mesir: Maktabah al-Khamaji, 1979 M), cet. ke-1, hal. 390

[4] Imam Az-Zahabi, Siyar ‘Alam An-NubAla’, juz IX, hAl. 240

[5] Imam Az-Zahabi, Siyar ‘Alam An-NubAla’, juz IX, hAl. 306

 

One Response

  1. […] deskripsi peristiwa mihnah khalqul quran yang terjadi pada masa Imam Ahmad dari masa al-Makmun, al-Mu’tashim, al-Watsiq dan al-Mutawakkil agar pembaca mendapat gambaran tentang peristiwa mi al-Mhnah yang […]

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: