Zamakhsyari


A. Nama Dan Tempat Lahir

Namanya adalah Mahmud bin Amr bin Muhamamad bin Amr al-Khawarizmi, az-Zamakhsyari dan kuniyahnya adalah Abu al-Qasim, dipanggil juga dengan Jarullah (tetangga Allah) karena ia pernah tinggal di Makkah selama beberapa tahun.[1]

Masa kehidupannya dapat kita lihat dari tiga sisi

  1. 1. Dari sisi politik

Zamakhsyari hidup ketika masa senggang antara dua pemerintahan yaitu pada tahun 467-538 H, ketika masa ini negara islam banyak mengalami pergolakan politik, negara islam terpecah menjadi negara-negara kecil dan munculnya kerajaan-kerajaan yang terkenal dalam Islam, dan hal ini semua akan mempengaruhi diri az-Zamakhsyari dalam tsaqafah dan adabnya.

Di antara negara-negara yang muncul ketika maza az-Zamakhsyari adalah:

  1. Khilafah Abbasiyah
  2. Daulah Aznawiyah di India
  3. Daulah Fatimiyah di Mesir dan Syam
  4. Daulah Murabithun di Marakis
  5. Daulah al-Asraf al-Husainiyyin di Makkah.

Kemudian tentang kota tempat tinggal dari az-Zamakhhsyari, yaitu Khawarizmi, kota ini telah dikuasai oleh setidaknya tiga kekuasaan, yaitu:

  1. Daulah as-Samaniyah (261-389 H)
  2. Daulah Siljukiyah (429-552 H)
  3. Daulah Khawarizmiyah (491-628 H)

  1. 2. Sisi kemasyarakatan

Pada masa Zamakhsyari terjadi puncak ketegangan antara orang Turki dan oran Persia, hal ini disebabkan karena beralihnya pemerintahan dari Persia ke Turki serta dengan berpindahnya Ibu kota.

Selain itu, tedapat perselisihan yang amat sengit ketika masa Zamakhsyari, yaitu antara sunni dan syiah, kebanyakan orang Buwaih adalah syiah dan orang Salahiqah dan Khawarizmi adalah sunni.

Khawarizmi ketika itu menjadi kota yang subur dengan pemikiran, seperti pemikiran muktazilah dan filsafat, lalu di daerah timur faham muktazilah menjadi paham yang mendarah daging, kebanyakan mereka adalah syiah, dan fuqaha’ mereka adalah muktazili (berfahaman muktazilah) sehingga paham ini menjalar kepada orang awam dan menjadi hal biasa.

Di tengah pergolakan di daerah khawarizm tersebut, orang awam secara umunya dalam keadaan miskin dan hidup bermasyarakat dalam keadaan terpetak-petak ada yang khusus dan ada yang umum selain itu para penyeru jama’ah dan mazhab juga tak kalah santernya, dan sebagai akibat dari hal itu adalah berkembangnya perilaku tasawuf dan tawakul, menyeruak sihir dan pengagungan pada wali. [2]

Peraturan negara ketika itu sangat jelek, para sultan dan umara’ banyak melakukan korupsi, adapun kalangan ulama ketika itu, terbagi menjadu dua, yaitu ulama yang condong dengan khalifah, sehingga banyak ketika masa itu para ulama yang mengarang kitab karena perintah dari khalifah, dan kelompook ulama kedua, adalah ulama yang bertempat jauh dari keramaian atau tinggal di pedesaan, kebanyakan mereka dalam keadaan miskin.[3]

  1. 3. Sisi Ilmiyah

Zamakhsyari hidup dalam masa yang penuh dengan ilmu dan adab, ketika masanya banyak bertebaran ulama, ahli syair, penulis, terutama di daerah Khawarizmi, dan kebudayaan yang demikian banyak dimotofasi oleh pemerintah kala itu sehingga manusia saling berlomba-lomba dalam setipa cabang keilmuan, buku dan madrasah semakin banyak.

Dan daerah Khawarizmi adalah daerah yang menjadi basis pertumbuhan dan pergerakan muktazilah, sehingga tidak akan didapatkan seorang pun di Khawarizmi, kecuali bermazhab Muktazilah, mazhab ini telah menyebar luas, sampai orang awam pun meyakini bahwa al-Quran adalah makhluk.

  1. B. Masa Belajar, Guru Dan Murud-Muridnya

Guru az-Zamakhsyari

  1. Mahmud bin Jarir ad-Dhabbi al-Asfahani, ia terkenal dalam ilmu bahasa, nahwu dan kedokteran. Ia wafat pada 507 H.
  2. Nashr bin Ahmad bin Abdullah bin al-Bathr al-Baghdadi al-Bazaz, ia wafat  tahun 494 H.
  3. Al-Muhsin bin Muhammad bin Karamah al-Jasymi, ia terkenal dalam ilmu ushul dan filsafat, ia guru zamakhsyari dalam tafsir.
  4. Mauhub bin Ahmad bin Muhammad bin al-Jawaliqi, ia terkenal dalam masalah bahasa, wafat pada 540 H.
  5. Abdullah bin Thalhah bin Muhammad bin Abdullah al-Yabiri, wafat pada 520 H.
  6. Asy-Syaikh as-Sadid al-Khayathi
  7. Ruknu ad-Din Muhammad al-Ushuli

Murid az-Zamakhsyari

  1. Al-Muwafiq bin Ahmad bin Muhammad bin Abi Said Ishaq, wafat pada 568 H.
  2. Muhammad bin Abi al-Qasim Bayajuk, wafat pada 562 H.
  3. Ali bi Muhammad bin Ali bin Ahmad bin Marwan, wafat pada 560 H.
  4. Ya’qub bin Ali bin Muhamamad bin Ja’far.
  5. Ali bin Isa bin Hamzah bin Wahs Abi Thayib
  6. Abu Bakar Yahya bin Sa’dun bin Tamam al-Azdi
  7. Al-Qadhi abu al-Ma’ali Yahya bin Abdurrahman bin Ali as-Saibani
  8. Zainab binti Abdurrahman bin Hasan al-Jurjani
  9. Abu Thahir Ahmad bin Muhammad as-Salafi

10.  Muhamamad bin Muhammad bin Abdul jalil bin Abdul Malik al-Balkhi

  1. C. Keilmuan, perkataan ulama tentang az-Zamakhsyari dan Hasil Karyanya

Perkataan para Ulama tentang az-Zamakhsyari

Zamahsyari adalah orang yang luas ilmunya, pemimpin dalam ilmu balaghah, ma’ani dan bayan, di antara perkataan ulama tentang dia adalah:

As-Sam’ani berkata: “Tidak ada yang menyamainya dalam ilmu adab dan nahwu, ia telah bertemu dengan para senior, memiliki banyak karangan dalam tafsir, penjelasan hadits dan dalam bahasa.”[4]

Az-Zahabi berkata: “Pembesarnya Muktazilah, ahli nahwu, pengarang al-Kasyaf, pemimpin dalam balaghah dan bahasa arab dan al-Bayan dan ia mempunyai nadham yang bagus.”[5]

Yaqut al-Himawi berkata: “Ia adalah imam dalam tafsir, nahwu, bahasa, adab, memiliki banyak keutamaan dan ilmu.”[6]

As-Suyuthi berkata: “Ia adalah orang yang luas ilmunya, memiliki banyak keutamaan, amat cerdas, mumpuni dalam setiap ilmu, bermazhab muktazilah tulen, dan menjadi penolongnya.”[7]

Adz-Dzahabi di dalam kitabnya “al-Miizaan” berkata, “Ia seorang yang layak (diambil) haditsnya, tetapi ia seorang penyeru kepada aliran muktazilah, semoga Allah melindungi kita. Karena itu, berhati-hatilah terhadap kitab Kasyaaf  karyanya.”

Karangan-karangan Zamakhsyari [8]

  1. 1. Al-Kasyaf an Haqaiq at-Tanzil
  2. 2. Al-Faaiq
  3. 3. Asas al-Balaghah
  4. 4. Al-Mufashal
  5. 5. Al-Mustaqshi di al-Amtsal
  6. 6. Al-Qisthas
  7. 7. Muqaddimah al-Adab
  8. 8. Kitab al-Amkinah wa al-Jibal wa al-Baqqa’ al-Mashurah di As’ar al-Arab
  9. 9. Kitab an-Nashaih al-Kibar

10. Nawabigh al-Kalm

11. Rabi’u al-Abrar

12. Athwaq az-Zahab

13. Kitab Khasais al-Asrah al-Kiram al-Bararah

14. Masalah fi Kalimah as-Syahadah

15. Nuzhah al-Mustaknis wa Nuzhah al-Muqtabis

16. Al-Qashidah al-Ba’udhawiyah

17. Qashidah fi Sual al-Ghazali an Julus Allah fi al-‘Arsy, wa Qushur al-Ma’rifah al-Basariyah

18. Mukahtashar al-Muwafaqah baina Alu al-Bait wa as-Shahabah

19. Al-Minhaj fi Ushul ad-Din

20. Nakt al-I’rab fi Gharib al-I’rab

21. Al-Kasf fi al-Qiraat

22. Al-Mufrad wa al-Muallif fi an-Nahwi

23. Risalah fi al-Majaz wa al-Isti’arah

24. Al-Amali fi an-Nahwi

25. Mu’jam al-Hudud

26. Diwan at-Tamtsil

27. Kitab al-Asma’ fi al-Lughah

28. Ruh al-Masail

29. Sarair al-Amtsal

  1. D. Mazhab dan Aqidahnya

Beliau termasuk tokoh aliran Muktazilah yang membela madzhabnya dan termasuk sebagai imam dan panutan dalam aliran Muktazilah. Ia hidup di lingkungan yang berfahaman Muktazilah, gurunya Abu Madhar ad-Dhabbi memiliki andil besar dalam menancapkan paham muktazilah pada dirinya, begitu juga dengan gurunya, Abu Sa’id al-Jasmi yang menjadi gurunya dalam bidang tafsir.

Zamakhsyari tumbuh dengan mempropagandakan Muktazilah dan mengajarkannya, sehingga jika ada yang memintanya untuk masuk suatu tempat, ia katakan, katakanlah Abu al-Qasim al-Muktazili di depan pintu.[9]

Beliau demikian getol berdalil dengan ayat-ayat dalam rangka memperkuat madzhabnya yang batil. Sebaliknya, ia selalu menakwil ayat-ayat yang dianggapnya bertentangan dengan pendapatnya. Bahkan, ia merubah arah ayat-ayat yang semestinya diarahkan kepada orang-orang kafir kepada Ahlussunnah yang ia sebut sebagai ‘Hasyawiyyah’ ‘mujbirah’ dan ‘musyabbihah’ [10] dan mengangap telah keluar dari Islam, siapa saja yang menyelisihi aqidahnya[11] dan menyebut kelompok Muktazilah sebagai kelompok yang adil.

Zamakhsyari bermazhab Hanafi dalam masalah furu’ dan bemazhab Muktazilah dalam masalah ushul (aqidah) dan tidak ta’ashub terhadap mazhab hanafi.

Wafatnya

Ia wafat pada malam hari Arafah pada tahun 538 H di tempat tinggalnya, Khawarizm setelah kepulangannya dari kota Makkah.


[1] Prof. Shalih Gharamullah al-Ghamidi, al-Masail al-I’tizaliyah fi at-Tafsir al-Kasyaf li az-Zamakhsyari, (Riyadh, Daar al-Andalus, 1422 H), cet II, hal. 19

[2] Prof. Shalih Gharamullah al-Ghamidi, al-Masail al-I’tizaliyah fi at-Tafsir al-Kasyaf li az-Zamakhsyari, (Riyadh, Daar al-Andalus, 1422 H), cet II, hal. 20 dan  Murtadha Ayatullah Zad az-Sairazi, az-Zamakhsyari Lughawiyan wa Mufasiran, (Kairo, Matba’ah ats-Tsaqafah, 1977), hal. 39

[3]Adam Mathew,  Al-Hadharah al-Islamiyah, (Beirut, Dar kutub al-Arabi, 1387 H), juz II, hal. 157-180

[4] Prof. Shalih Gharamullah al-Ghamidi, al-Masail al-I’tizaliyah fi at-Tafsir al-Kasyaf li az-Zamakhsyari, (Riyadh, Daar al-Andalus, 1422 H), cet II, hal 29

[5] Prof. Shalih Gharamullah al-Ghamidi, al-Masail al-I’tizaliyah fi at-Tafsir al-Kasyaf li az-Zamakhsyari, (Riyadh, Daar al-Andalus, 1422 H), cet II, hal 30

[6] Prof. Shalih Gharamullah al-Ghamidi, al-Masail al-I’tizaliyah fi at-Tafsir al-Kasyaf li az-Zamakhsyari, (Riyadh, Daar al-Andalus, 1422 H), cet II, hal 30

[7] Prof. Shalih Gharamullah al-Ghamidi, al-Masail al-I’tizaliyah fi at-Tafsir al-Kasyaf li az-Zamakhsyari, (Riyadh, Daar al-Andalus, 1422 H), cet II, hal 31

[8] Prof. Shalih Gharamullah al-Ghamidi, al-Masail al-I’tizaliyah fi at-Tafsir al-Kasyaf li az-Zamakhsyari, (Riyadh, Daar al-Andalus, 1422 H), cet II, hal 38 dan Yaqut al-Himawi, Mu’jam al-Adibba’, (Maktabah Syamilah), Juz V, hal. 494

[9] Wafayat al-A’yan, Juz V, hal. 170

[10] Abu Abdillah, Muhammad al-Mahmud an-Najdi , al-Qawl al-Mukhtashar al-Mubiin Fii Manaahij al-Mufassiriin , hal.16-17

[11] Prof. Shalih Gharamullah al-Ghamidi, al-Masail al-I’tizaliyah fi at-Tafsir al-Kasyaf li az-Zamakhsyari, (Riyadh, Daar al-Andalus, 1422 H), cet II, hal 39

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: