Shalat & Rizqi


Ibnu Katsir berkata:

“Jika kamu mendirikan solat, akan datang padamu rizqi yang tidak disangka-sangka”.

[Tafsir Ibn Katsir]

Bukankah Allah berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ

“Dan perintahkanlah keluargamu bersolat dan bersabarlah di atasnya. Kami tidak memintamu rezeki (bahkan) Kami-lah yang memberimu rezeki”?

Bagaimana Interaksi Seorang Muslim Dengan Hartanya? 


Manusia punya kecenderungan yang besar kepada dunia yang real, nyata dan dapat dirasakan, sementara kecenderungan kepada akhirat hampir tak bernyawa, padahal akhirat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dunia. 

Hadits berikut layak kita renungkan tentang bagaimana interaksi seorang muslim dengan harta dan dunianya. 

Abu Sa’id al-Khudriy ra meriwayatkan bahawa Nabi saw bersabda:
‎ إِنَّ أَكْثَرَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ مَا يُخْرِجُ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ 

“Sesungguhnya, yang paling sangat aku takutkan kepada kalian, adalah apa-apa yang Allah keluarkan untuk kalian dari keberkahan dunia ini..”
‎قِيلَ وَمَا بَرَكَاتُ الْأَرْضِ قَالَ زَهْرَةُ الدُّنْيَا 

Ditanyakan (kepada Nabi): ‘Apakah (yang dimaksud dengan) keberkahan dunia?’
Nabi saw menjawab: “Ia adalah perhiasan dunia..”

‎فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ هَلْ يَأْتِي الْخَيْرُ بِالشَّرِّ 

Seorang lelaki lalu bertanya (kepada Nabi):
‘Adakah kebaikan (pada keberkahan dunia itu) boleh membawa kepada keburukan (yang engkau takutkan itu)?’

‎فَصَمَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يُنْزَلُ عَلَيْهِ 

Lalu Nabi saw diam sejenak sehingga kami menyadari bahwa wahyu sedang turun kepada beliau.
‎ثُمَّ جَعَلَ يَمْسَحُ عَنْ جَبِينِهِ فَقَالَ أَيْنَ السَّائِلُ قَالَ أَنَا 

Kemudian, beliau menyapu dahinya (karena berkeringat selepas menerima wahyu), lalu bertanya:
“Mana orang yang bertanya tadi?”
Lelaki itu menjawab: ‘Aku!’

‎قَالَ أَبُو سَعِيدٍ لَقَدْ حَمِدْنَاهُ حِينَ طَلَعَ ذَلِكَ 

Abu Sa’id al-Khudri berkata: Kami berterima kasih kepadanya karena segera muncul (menjawab panggilan Nabi).
‎قَالَ لَا يَأْتِي الْخَيْرُ إِلَّا بِالْخَيْرِ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ 

Nabi berkata: “Tidaklah datangnya kebaikan, kecuali dengan membawa kebaikan. Sesungguhnya harta (perhiasan dunia) ini, (bagaikan tumbuhan) yang hijau dan manis”
‎وَإِنَّ كُلَّ مَا أَنْبَتَ الرَّبِيعُ يَقْتُلُ حَبَطًا أَوْ يُلِمُّ إِلَّا آكِلَةَ الْخَضِرَةِ 

“Namun begitu, setiap kali musim bunga muncul menumbuhkan semua (jenis tumbuhan) yang membunuh atau hampir membunuh (hewan yang memakannya dengan terlalu banyak), kecuali (hewan) yang makan sejenis tumbuhan hijau.
‎أَكَلَتْ حَتَّى إِذَا امْتَدَّتْ خَاصِرَتَاهَا اسْتَقْبَلَتْ الشَّمْسَ فَاجْتَرَّتْ وَثَلَطَتْ وَبَالَتْ ثُمَّ عَادَتْ فَأَكَلَتْ 

Ia memakannya sehinggalah mengembang perutnya (karena telah cukup makan), ia menghadap (ke arah) matahari, lalu ia menghadam (makanannya), dan membuang kumuhannya, lalu ia kembali (ke lokasi makanannya) dan makan.
‎وَإِنَّ هَذَا الْمَالَ حُلْوَةٌ مَنْ أَخَذَهُ بِحَقِّهِ وَوَضَعَهُ فِي حَقِّهِ فَنِعْمَ الْمَعُونَةُ هُوَ 

Sesungguhnya, harta-harta (yang berasal dari keberkahan dunia) ini adalah kemanisan (perhiasan); siapa yang mengambilnya dengan (memenuhi) haknya, dan diletakkan ia pada (tempat) yang berhak, maka demikian itulah sehebat-hebat penyelamat (di hari akhirat nanti).
‎وَمَنْ أَخَذَهُ بِغَيْرِ حَقِّهِ كَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ

Adapun siapa yang mengambilnya (yakni: harta-harta dari dunia ini) tanpa haknya, dia adalah umpama orang yang berterusan makan dan tak pernah kenyang (sehinggalah dia mati, atau sakit kerana berlebihan makan seperti binatang di atas).

[HR al-Bukhari & Muslim]

Faedah Hadits: 

– Nabi membuat perumpamaan pada hubungan manusia dengan perolehan dunia ini seperti hewan yang memakan tumbuhan-tumbuhan hijau yang subur.
– Manusia yang berlebihan dalam berinteraksi dengan kekayaan dunia ini, malah tidak memperhatikan hak-haknya, bagaikan hewan yang berlebihan memakan tumbuhan yang baik, sehingga ia terlalu kekenyangan lalu mati, atau kesakitan.
– Adapun manusia yang mengambilnya pada kadar yang diperlukannya, dengan memperhatikan hak-haknya (sumber yang halal, cara yang halal, bersedekah, dll), sehingga tertunai hak-hak itu, kemudian dia kembali kepada rutin tersebut dengan sabar dan tenang. 
– Maka segala perolehan itu kelak akan menjadi penyelamatnya di akhirat nanti.

Wallahu A’lam

Doa Menghindari Banjir


Tiga hari terus menerus kota Jakarta diliputi hujan lebat, hampir jarang sang matahari menampakkan sinarnya. Dalam keadaan seperti ini manusia sering panik dan menyalahkan alam dan kondisi banjir. 

Hujan adalah nikmat dan anugerah yang diturunkan Allah swt. Turunnya hujan memberikan kehidupan bagi manusia, hewan dan tumbuhan, jika hujan tidak turun akan menghancurkan kehidupan. 

Islam telah mengajarkan kepada kita bentuk bentuk doa ketika ada hujan, setelah hujan dan doa ketika ada hujan lebat atau banjir. 


Doa Ketika Ada Hujan

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw jika turun hujan berdoa:

 ” اللهم صيـباً نافعاً ”

ALLAHUMMA SHAYYIBAN NAAFI’AN

“Ya Allah jadikanlah hujan ini bermanfaat” (HR Bukhari) 
Dalam riwayat Muslim disunnahkan juga menyebut hujan dengan ‘Rahmat‘. 
Dari Aisyah ra bahwa Nabi saw ketika turun hujan mengatakan: 

“رحمة ”

“RAHMAT” (HR Muslim) 

Membaca doa ini semoga bisa menghindarkan bahaya bagi orang lain menjadi manfaat dan rahmat, selain pahala sunnah yang didapat dari membaca doa ini. 


Doa Setelah Turun Hujan

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhni ra berkata: Rasulullah saw shalat subuh bersama kami di Hudaibiyah ketika akhir malam dan turun hujan, setelah selesai Beliau menemui manusia dan mengatakan, “Apakah kalian tahu apa yang telah difirmankan Tuhan kalian?” Mereka para Sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Nabi bersabda: “Ada segolongan dari hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan melakukan kekafiran. Adapun orang yang mengatakan:

مُطِرنا بفضل الله ورحمته

MUTHIRNAA BI FADHLILLAHI WA RAHMATIHI

‘telah turun hujan karena keutamaan dan rahmat Allah’, dia telah beriman kepada-Ku dan kafir kepada prakiraan bintang . Adapun yang mengatakan, “Turun hujan karena begini dan begini”  dia kafir kepada-Ku dan beriman kepada perkiraan bintang” (HR Bukhari Muslim) 

Orang Arab jahiliyah ketika turun hujan sering mengkaitkan dengan ramalan bintang. Ketika Islam datang, menghapus keyakinan ini dan menyandarkan hujan kepada Allah bukan karena bintang ini jatuh atau sebab lain. 

Meskipun ini ada di masa Jahiliyah Islam, tetapi peringatan ini juga untuk manusia modern seperti sekarang, dimana banyak yang mengkaitkan fenomena alam seperti hujan bukan kepada Allah tetapi kepada selain-Nya. 


Doa Agar Terhindar Dari Banjir

Ada sebuah hadits yang menyebutkan tentang doa untuk menghindarkan sebuah wilayah dari banjir.

Dari sahabat Anas bin Malik ra, beliau menceritakan, bahwa pernah terjadi musim kering selama setahun di masa Nabi saw. sampai akhirnya datang suatu hari jumat, ketika Nabi saw dan para sahabat jumatan. Anas mengatakan: Ada seseorang yang masuk masjid dari pintu tepat depan mimbar pada hari jum’at. 

Sementara Rasulullah saw ketika itu sedang berdiri berkhutbah. Kemudian dia menghadap ke arah Nabi saw dengan berdiri dan mengatakan, ‘Ya Rasulullah, ternak pada mati, tanah becah tidak bisa dilewati, karena itu berdoalah kepada Allah agar Dia menurukan hujan untuk kami.’ Spontan Nabi saw mengangkat tangan beliau, dan membaca doa:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا

ALLAHUMA ASQINAA, ALLAHUMMA ASQINAA ALLAHUMMA ASQINAA

“Ya Allah, berilah kami hujan…, Ya Allah, berilah kami hujan.., Ya Allah, berilah kami hujan.”
Anas melanjutkan kisahnya: Demi Allah, sebelumnya kami tidak melihat ada mendung di atas, tidak pula awan tipis, langit sangat cerah. Tidak ada penghalang antara kami dengan bukit Sal’. Namun tiba-tiba muncul dari belakangnya awan mendung seperti perisai. Ketika mendung sudah persis di atas kita, turun hujan.

Anas menegaskan, “Demi Allah, kami tidak melihat matahari selama 6 hari.” Kemudian pada hari jumatnya, datang seseorang dari pintu yang sama, ketika Rasulullah saw berdiri menyampaikan khutbah. Dia menghadap Nabi saw sambil berdiri. Dia mengatakan, ‘Ya Rasulullah, banyak ternak yang mati, dan jalan terputus. Karena itu, berdoalah kepada Allah agar Dia menahan hujan.’ Kemudian Nabi saw mengangkat kedua tangannya, dan berdoa,
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

ALLAHUMMA HAWAALAINA WA LAA ’ALAINA. ALLAHUMMA ’ALAL AAKAMI WAL JIBAALI, WAZH ZHIROOBI, WA BUTHUNIL AWDIYATI, WA MANAABITISY SYAJARI


“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan tidak di atas kami. Ya Allah turunkan hujan di bukit-bukit, pegunungan, dataran tinggi, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Tiba-tiba hujan langsung berhenti. Kami keluar masjid di bawah terik matahari. (HR. Bukhari – Muslim).



Dari hadis di atas, Rasulullah saw melantunkan doa ketika terjadi banjir, akibat terlalu sering hujan. 

Doa ini bisa anda baca dalam kondisi banjir seperti yang terjadi di ibu kota. Dengan harapan, semoga Allah tidak menimpakan hujan itu sebagai adzab, namun menjadi rahmat. Hujan itu turun di tempat yang subur dan bermanfaat bagi tanaman.

Ibnu Daqiqil Al ‘Id ketika menjelaskan hadits ini mengatakan, “Hadis ini merupakan dalil bolehnya berdoa memohon dihentikan dampak buruk hujan, sebagaimana dianjurkan untuk berdoa agar turun hujan, ketika lama tidak turun. Karena semuanya membahayakan.” (Ihkam Al-Ahkam, 1/357)

Jika doa di atas terlalu panjang, Anda bisa membaca bagian depan:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا

ALLAHUMMA HAWAALAINA WA LAA ‘ALAINAA

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan tidak di atas kami.”
Baca doa ini berulang-ulang. Juga dianjurkan bagi khatib untuk membaca doa ini ketika Shalat Jumat, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw di atas. Demikian dijelaskan Ustadz Ammi Nur Baits di situs Konsultasi Syariah.

Sementara itu, Ustadz Ahmad Sarwat, Lc, MA, menjelaskan bahwa doa ini tidak selalu relevan dengan kondisi sebuah tempat. Dalam soal ujian beliau ketika kuliah S-2 dengan dosen KH. DR. Ali Mustafa Ya’qub. MA. Soalnya kurang lebih menanyakan apakah doa Nabi saw di atas itu relevan buat orang Jakarta?

“Sebab banjir di Jakarta itu terjadi bukan semata-mata karena hujan yang turun dari atas ibu kota, tetapi justru yang dahsyat karena adanya kiriman banjir dari puncak dan Bogor. Jakarta bisa saja cerah bermandikan cahaya matahari, tetapi kiriman banjir dari arah selatan, khususnya pintu air Katulampa di Bogor sana, akan tetap jadi bencana buat Jakarta. 
Kalau doa kita seperti doa Rasulullah saw di atas itu, yaitu jangan turunkan hujan di atas Jakarta, tapi di luar kota Jakarta (baca: Puncak dan Bogor), maka Jakarta akan tetap banjir juga. 

Maka dalam memahami hadits perlu adanya ilmu fiqih, biar kita tahu duduk perkara suatu masalah. Tidak boleh begitu saja kita main copy paste teks hadits, padahal tidak relevan,” terang beliau.

Oleh karena itu, jika berdoa dengan teks doa dari Rasulullah saw tersebut, kita juga berharap agar hujan turun di wilayah lain yang tidak menyebabkan banjir lainnya.


Sumber:

http://mawdoo3.com/دعاء_نزول_المطر

Keterangan Ust Ami Nur Bais dan Ust Ahmad Sarwat di Internet

Dahsyatnya Doa Dan Sebab Doa Tertahan


Fakta Seputar Doa

  • Doa adalah ekspresi kerendahan hati seorang hamba dihadapan Allah. 
  • Doa adalah ekspresi kedekatan seorang hamba dengan Allah swt. 
  • Doa adalah obat kecemasan. 
  • Doa adalah salah satu sumber kesehatan fisik dan mental

Anjuran Berdoa

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).(Qs. Az-Zumar:53-54)

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).(Qs. An-Naml:62)

Doa Bisa Menolak Takdir

Bersabda Rasulullah saw : “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Jangan berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. 

Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي

فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ

زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

3 Doa Mustajab

Rasulullah saw bersabda, “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi (kemakbulannya) yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan orang yang didhalimi” (HR. Abu Dawud) 

Adab Berdoa

  • Mengangkat kedua tangan
  • Yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan. 
  • Tidak melampaui batas dalam berdoa
  • Memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi
  • Menggunkan lafadz dari Al-Quran dan Hadits

Waktu Mustajab Doa

  • Tengah malam
  • Hari jumat, dari Ashar sampai Maghrib
  • Waktu antara adzan dan iqamah
  • Waktu sedang puasa
  • Ketika sujud
  • Selesai shalat wajib
  • Saat ayam berkokok
  • Ketika Ramadhan
  • Ketika minum air zam zam
  • Ketika turun hujan

Tempat Baik Berdoa

  • Melihat Ka’bah
  • Di Multazam
  • Shafa dan Marwa

Sebab Doa Tertolak

  • Memakan harta yang haram. 
  • Tidak yakin akan dikabulkan dan tidak sungguh sungguh dalam berdoa. 
  • Berdoa meminta sesuatu yang sebenarnya adalah dosa. 

*Resume kajian Akhlak ICD MRPI bersama Ust Ibrahim Al-Hilali, Lc

Menshalati Jenazah Munafik


Hukum yang menjadi acuan adalah Surat At-Taubah: 84 berikut:

 وَ لاَ تُصَلّ عَلى اَحَدٍ مّنْهُمْ مَّاتَ اَبَدًا وَّ لاَ تَقُمْ عَلى قَبْرِه، اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللهِ وَ رَسُوْلِه وَ مَاتُوْا وَ هُمْ فسِقُوْنَ. التوبة: 84

“Dan janganlah sekali-kali kamu menshalatkan jenazah salah seorang diantara mereka (orang-orang munafiq) selama-lamanya, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di atas quburnya. Sesungguhnya mereka itu telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasiq.” (QS. At-Taubah : 84)

Ayat diatas turun setelah Rosululloh mensholatkan Jenazah Abdullah Bin Ubay (Dedengkot Kaum Munafiqin), Rasululloh saw melakukan hal tersebut atas permintaan Sahabat beliau Abdulllh bin Abdulullah Bin Ubay yang merupakan anak Abdulllah Bin Ubay, walau sebelumnya sahabat Umar Bin Khoththab RA, sempat memohon agar Rasululloh tidak mensholatkan jenazah Abdulullah Bin Ubay, setelah selesai Sholat Jenazah tersebut kemudian turunlah ayat 84 dari Surat At-Taubah. 

Sesudah turun ayat tersebut Nabi SAW tidak pernah lagi mensholatkan jenazah orang munafiq.

Siapakah Munafik Itu? 

Seorang sahabat yang bernama Hudzaifah ibnul Yaman pernah ditanya,

من المنافق قال الذي يصف الإسلام ولا يعمل به

 Ia lantas menjawab, “Orang yang mengaku Islam, namun tidak mengamalkan ajaran Islam.” (Hilyatul Auliya’, 1: 282).
Kata Hudzaifah lagi,

المنافقون اليوم شر منهم على عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم كانوا يومئذ يكتمونه وهم اليوم يظهرونه

“Orang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.” 

Dari Ja’far, ia pernah mendengar seseorang bertanya pada Samith bin ‘Ajlan,

هل يبكي المنافق فقال يبكي من رأسه فأما قلبه فلا

“Apakah orang munafik itu bisa menangis?” Ia menjawab, “Hanya di mukanya saja tampak tangisan, namun di hatinya tidak.” (Hilyatul Auliya’, 3: 129).

Imam Al Auza’i mengatakan,

إن المؤمن يقول قليلا ويعمل كثيرا وإن المنافق يقول كثيرا ويعمل قليلا

“Sifat seorang mukmin adalah sedikit bicara, banyak beramal. Sedangkan sifat orang munafik adalah banyak ngomong, namun amalannya sedikit.” (Hilyatul Auliya’, 6: 142).

Wahb bin Munabbih mengatakan tentang orang munafik,

من خصال المنافق أن يحب الحمد ويكره الذم

“Di antara sifat orang munafik adalah gila pujian dan benci celaan.” (Hilyatul Auliya’, 4: 41).

Al Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

الغبطة من الايمان والحسد من النفاق والمؤمن يغبط ولا يحسد والمنافق يحسد ولا يغبط والمؤمن يستر ويعظ وينصح والفاجر يهتك ويعير ويفشي

“Ghibtoh adalah bagian dari iman. Sedangkan hasad adalah bagian dari kemunafikan. Seorang mukmin punya sifatghibtoh (ingin melebihi orang lain dalam kebaikan), sedangkan ia tidaklah hasad (iri atau dengki). Adapun orang munafik punya sifat hasad dan tidak punya sifat ghibtoh. Seorang mukmin menasehati orang lain secara diam-diam. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa ingin menjatuhkan dan menjelek-jelekkan orang lain.” (Hilyatul Auliya’, 8: 95).

Hatim Al Ashom berkata,

المنافق ما أخذ من الدنيا أخذ بحرص ويمنع بالشك وينفق بالرياء والمؤمن يأخذ بالخوف ويمسك بالشدة وينفق لله خالصا في الطاعة

“Orang munafik mengambil dunia dengan rasa tamak, melindungi harta tersebut dengan penuh keragu-raguan dan menginfakkan dengan riya’ (cari pujian). Sedangkan orang mukmin mengambil harta dengan penuh kekhawatiran, ia menahannya dengan kuat lalu menginfakkannya dengan ikhlas di jalan ketaatan.” (Hilyatul Auliya’, 8: 79)


Fatwa tentang Menshalati Jenazah Munafik

السؤال: إذا عرف أن الميت منافق فهل يصلى عليه؟
الإجابة: لا يصلى عليه، لقوله تعالى: {وَلا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَداً} إذا كان نفاقه ظاهراً، أما إذا كان ذلك مجرد تهمة فإنه يصلى عليه، لأن الأصل وجوب الصلاة على الميت المسلم فلا يترك الواجب بالشك.


Syaikh Abdul Aziz bin Baz
pernah ditanya tentang mayat seorang munafik apakah dia disholatkan?

Beliau menjawab. 

Tidak dishalatkan karena firman Allah “Dan janganlah sekali-kali kamu menshalatkan jenazah salah seorang diantara mereka (orang-orang munafiq) selama-lamanya”. Jika kemunafikannya secara dhahir, adapun jika hanya tuduhan, maka tetap dishalatkan karena hukum asalnya adalah wajib menshalatkan jenazah muslim, maka tidak boleh meninggalkan kewajiban tanpa keraguan. 

“فتاوى نور على الدرب” – لابن عثيمين (14 /6) .

وأما المنافق فهو الذي يبطن الكفر ويظهر الإسلام ، فمن علم نفاقه فلا يُصلى عليه .

قال الله تعالى : ( وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ ) التوبة/84 .

Fatwa “Nur Alad Darbi” oleh Syaikh Utsaimin (6/14) menyebutkan: “Munafik adalah orang yang menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keislaman, siapa yang mengetahui kemunafikannya jangan menshalatinya. 

Sebagaimana firman Allah swt: “Dan janganlah sekali-kali kamu menshalatkan jenazah salah seorang diantara mereka (orang-orang munafiq) selama-lamanya, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di atas quburnya. Sesungguhnya mereka itu telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasiq.” (QS. At-Taubah : 84)

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :

” فمن عُلم نفاقه لم تجز الصلاة عليه والاستغفار له ، ومن لم يعلم ذلك منه صُلي عليه ، وإذا عَلِمَ شخصٌ نفاقَ شخصٍ لم يصلِّ هو عليه ، وصلى عليه من لم يعلم نفاقه .

وكان عمر رضي الله عنه لا يصلي على من لم يصل عليه حذيفة ؛ لأنه كان في غزوة تبوك قد عرف المنافقين الذين عزموا على الفتك برسول الله صلى الله عليه وسلم ” انتهى . 

“منهاج السنة” (5 / 160) .

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Minhajus Sunnah (5/160) menyebutkan:”Siapa yang dikenali kemunafikannya tidak boleh dishalatkan dan dimintakan ampunan, jika tidak diketahui maka tetap dishalatkan, dishalatkan juga orang yang belum diketahui kemunafikannya. 

Umar ra tidak menshalati orang yang tidak dishalati Hudzaifah, karena dia mengetahui siapa yang munafik dalam perang Tabuk yang berkeinginan kuat untuk melenceng dari Nabi”. Selesai. 

Orang-orang munafiq dulu dan sekarang yang modern, tidak diperbolehkan bagi kami kaum muslimin untuk mensholatkan & mendoakan saat ajal mereka menjemput.

Namun Allah swt membuka pintu Taubat sebelum ajal menjemput sebagaimana keterangan fatwa dari Prof. Dr.  Ahmad Alhajji Alkurdi ketika ada yang menanyakan kepada beliau apakah tidak ada taubat bagi orang Munafik? Berikut keterangan beliau. 

فالآيات خاصة بالمنافقين الذين التزموا النفاق ولم يتوبوا منه، وهي لا تدل على أن المنافقين ليس لهم توبة، بل لو عادوا إلى الإسلام قبلت توبتهم قال الله تعالى: ((إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا (145) إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا(146))) [النساء].

“Ayat ayat di atas (Al-Munafiqun ayat 6) khusus bagi orang munafik yang berkeinginan kuat untuk berbuat nifaq dan belum bertaubat. Ini tidak menunjukkan bahwa tidak ada taubat bagi orang munafik, bahkan jika mereka bertaubat dan kembali kepada Islam, taubat mereka akan diterima sebagai mana firman Allah swt, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (Qs.  An-Nisa: 145-146)

Salah satu masjid di daerah Jakarta Pusat mempraktikkan ayat ini dengan menuliskan pengumuman bahwa pengurus masjid dan jamaah serta habib dan kyai tidak akan menshalatkan jenazah yang nyata nyata memilih pemimpin kafir sampai dia bertaubat dihadapan 5 pengurus masjid dan tidak akan lagi mengulanginya dengan memilih pemimpin kafir. 

Langkah ini bisa diikuti masjid masjid di Indonesia dan Jakarta khususnya agar wala’ dan bara’ kita jelas untuk umat Islam, bukan orang kafir yang merugikan bahkan menistakan agama Islam. 

Demikian. 

Sumber Fatwa:

https://www.google.co.id/amp/ar.islamway.net/amp/fatwa/13891/حكم-الصلاة-على-المنافق

https://islamqa.info/ar/153492

http://www.islamic-fatwa.com/fatwa/40097

Balasan Makar Dan Tipu Daya


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makar punya beberapa arti: 1 akal busuk; tipu muslihat; 2 perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya. 

Dan Tipu daya berarti bermacam-macam tipu; berbagai daya upaya yang buruk; muslihat. 

Bagi yang diserang makar, tipu daya dan rencana jahat. Hendaklah mengingat hukum alam: Siapa yang berbuat, ia akan merasakan akibatnya seperti disebutkan dalam ayat ayat Al-Quran berikut:

Makar dan Tipu daya
{وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ}،

 Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. (Qs.  Fathir: 43)


Dzalim

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ} [يونس:23]

Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (Qs.  Yunus: 23)


Melanggar Janji

 {فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ} [الفتح:10] 

maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri. (Qs. Fath: 10)

Al-Quran banyak memberikan gambaran bagaimana akibat dan hukuman bagi orang yang berbuat jahat dan makar. Seperti kisah Nabi Yusuf dan saudaranya, kisah Firaun dan Bani Israil, bahkan akan mudah kita dapatkan dalam kisah kehidupan Nabi Muhammad saw. 

Ketika makar, tipu daya dan kejahatan orang musyrik dan kafir demikian gencar kepada Beliau. Allah swt dengan kasih sayang-Nya menurunkan ayat untuk menghibur dan membuat tenang Beliau. 

Allah swt berfirman: 

{وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ* إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ}[النحل: 127، 128].

Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.


Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
(Qs. An-Nahl: 127-128)

Bukan hanya untuk Nabi saja, juga untuk para da’i dan penyeru kebaikan ketika menghadapi makar dan tindakan jahat dari musuh. 

Selanjutnya, kami kumpulan beberapa doa yang bisa digunakan untuk menghadapi makar, tipu daya dan kejahatan yang menimpa dan kepada Allah kita bertawakal. 

بسم الله خير الأسماء باسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض و لا في السماء باسم الله افتتحت و بالله ختمت و به آمنت باسم الله أصبحت وعلى الله توكلت هو الله ربي لا أشرك به أحداً -الله أكبر الله أكبر الله أكبر- بسم الله على نفسي وديني ، بسم الله على كل شيء أعطانيه ربي 

“Dengan menyebut nama Allah sebaik baik nama, dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit. Dengan nama Allah aku membuka, dengan nama Allah aku menutup dan kepada-Nya aku beriman. Dengan nama Allah aku masuk waktu pagi dan kepada Allah aku bertawakal, Dialah Allah aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Dengan menyebut nama Allah atas jiwa dan agamaku. Dengan nama Allah atas semua yang diberikan kepada Allah kepadaku”.

 بسم الله خير الأسماء، بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء ، بسم الله إفتتحت وعلى الله توكلت ، الله الله ربي لا أشرك به أحداً ، أسألك اللهم بخيرك من خيرك الذي لا يعطيه أحد غيرك عز جارك وجل ثناؤك ولا إله غيرك ، اجعلني في عياذك من شر كل سلطان ومن الشيطان الرجيم ، اللهم إني أحترس بك من شر جميع كل ذي شر خلقته وأحترز بك منهم وأقدم بين يدي.

“Dengan menyebut nama Allah sebaik baik nama, dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit. Dengan nama Allah aku membuka, dengan nama Allah aku menutup dan kepada-Nya aku beriman. Dengan nama Allah aku masuk waktu pagi dan kepada Allah aku bertawakal, Dialah Allah aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Aku memohon kepada-Mu ya Allah dengan kebaikan kebaikan-Mu yang tidak bisa memberinya selain dari-Mu, kekuasaan-Mu sangat agung, Engkau sangat mulia dan tidak ada yang berhak disembah selain Engkau. Jadikanlah aku didalam lindungan-Mu dari kejelekan setiap penguasa dan syaithan yang terkutuk. Ya Allah aku meminta penjagaanmu dari kejelekan semua makhluk-Mu yang bisa memberikan kejelekan dan aku memohon perlindungan-Mu dari mereka. 

 اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك ناصيتي بيدك ماضي في حكمك عدل في قضائك أسألك بكل اسم هولك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أوعلمته أحدا من خلقك أو أستأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن العظيم ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي وغمي.

Ya Allah aku adalah hamba-Mu anak dari hamba-Mu, ubun ubunku berada di tangan-Mu, berlaku untukku hukum-Mu, Engkau lah yang adil dalam setiap qadha-Mu. Aku memohon dengan nama nama-Mu yang telah Engkau berikan untuk-Mu, atau yang telah Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah satu hamba-Mu atau yang telah engkau simpan dalam alam ghaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Quran yang mulia sebagai penyejuk bagi hatiku, cahaya bagi penglihatanku, penghilang kesedihanku dan menghapuskan duka dan sedihku. 

 اللهم رحمتك أرجو فلا تكلني إلى نفسي طرفة عين أبداً وأصلح لي شأني كله لا إله إلا أنت.

Ya Allah aku mengharapkan rahmat-Mu maka jangan Engkau tinggalkan aku sekejap mata pun selamanya dan perbaikilah urusanku semuanya tidak ada yang berhak disembah selain Engkau. 
 لا إله إلا الله العظيم الحليم ، لا إله إلا الله رب العرش العظيم ، لا إله إلا الله رب السماوات والأرض ورب العرش الكريم. 

Tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang Maha Agung dan Maha Lembut. Tidak ada yang berhak disembah selain Allah dzat yang memiliki Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak disembah selain Allah tuhan langit dan bumi dan tuhan Arsy yang agung.
الله الله ربي ولا أشرك به شيئاً. لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين.

Allah, Allah tuhanku dan aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Tidak ada yang berhak disembah selain Engkau maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat dzalim. 

اللهم أسألك فرجاً قريباً وصبراً جميلاً ورزقاً واسعاً والعافية من البلايا وشكر العافية والشكر عليها وأسألك الغنى من الناس ولاحول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم

Ya Allah aku memohon kepadamu dekatnya kemenangan, baiknya kesabaran, rizqi yang luas dan kesehatan dari cobaan dan mensyukuri kesehatan, dan aku memohon kepadamu kecukupan dari manusia, tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Tinggi yang Maha Agung.

 اللهم صلي على محمد وعلى آل محمد اللهم إني أسألك بحق السائلين وبأسمائك العظمى والحسنى أن تكفني شر ما أخاف وأحذر فإنك تكفي ذلك الأمر.

Ya Allah sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan sebenar benar permintaan dan dengan nama-Mu yang agung dan baik agar Engkau memelihara aku dari kejelekan dan aku takuti dan khawatirkan. Sesungguhnya Maha menjaga.

 اللهم أسألك مغفرة تشرح بها صدري وترفع بها ذكري وتيسر بها أمري وتكشف بها ضري وترفع بها ضري إنك على كل شيء قدير. إلهي هِب لي فرجاً بالقدرة التي تحي بها الحي والميت ولا تهلكني وعرفني الإجابة يارب ، ارفعني وانصرني وارزقني وعافني. 

Ya Allah aku memohon kepadamu ampunan yang melapangkan dadaku, mengangkat namaku, memudahkan urusanku, menyingkap bahaya yang menimpaku dan mengangkatnya sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku jalan keluar sebagaimana kemampuan menghidupkan dan mematikan, jangan Engkau hancurkan aku, berikanlah jawaban wahai Tuhanku, tinggikan aku, tolonglah aku, berikan rizqi kepadaku dan ampunilah aku.

يالطيف قد حرت في أمري فتدبرني بخفي لطفك ولطيف صنعك في جميع أموري وما أعانيه أستعنت بك في كشف كل غمة فيسر لي بلطفك كل عسير أن تيسير العسير عليك يسير اللهم واجعل لي سوراً من لطفك يحول بيني وبين ما يؤذيني ومن يعتد علي. 

Wahai dzat yang Maha Lembut masalah ini telah menyusahkanku maka bantulah aku dengan kelembutan-Mu dalam segala urusan-Mu, aku memohon pertolongan kepada-Mu untuk mengyingkap semua kesusahan. Maka berikanlah aku kemudahan dengan kelembutan-Mu setiap kesusahan agar menjadi mudah, sesuatu yang susah bagi-Mu adalah mudah. Ya Allah berikanlah kepadaku pagar dengan kelembutan-Mu antara aku dan orang yang menyakitiku dan orang yang memusuhiku.

اللهم يا فارج الهم ويا كاشف الغم مجيب دعوة المضطرين رحمان الدنيا و الآخرة ورحيمهما ارحمني رحمة من عندك تغني بها عن رحمة من سواك ، اللهم اكشف ضري يا مفرج الهموم ( لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين).

Ya Allah dzat yang menghapuskan duka dan kesedihan, yang menjawab doa orang orang lemah, Maha Penyayang dan Pengasih di dunia dan akhirat, kasihanilah aku dengan kasih sayang dari sisi-Mu yang aku cukupkan dari kasih sayang selain-Mu. Ya Allah singkapkan bahaya yang menimpaku wahai dzat yang menghapus kesedihan (Tiada yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat dzalim)

اللهم يا حابس يد إبراهيم عن ذبح ابنه ويا رافع شأن يوسف على إخوته وأهله ويا رآحم عبرة داود وكاشف ضر أيوب ، يامجيب دعوة المضطرين وكاشف غم المغمومين أسألك أن ( تسأل مسألتك الخاصة ).

Wahai dzat yang menahan tangan Ibrahim dari menyembelih anaknya, wahai dzat yang meninggikan posisi Yusuf atas saudara dan keluarganya, wahai dzat yang …ibrah Dawud dan yang menyembuhkan Ayub, wahai dzat yang mengijabahi doa orang yang terkena musibah dan dzat yang menhilangkan kesedihan aku meminta kepadamu agar (silahkan disebutkan permintaan yang khusus disini..)

 اللهم لا طاقة لي بالجهد ولا قوة لي على البلاء فلا تحرمني العافية والرزق ولاتكلني إلا خلقك بل تفرد لي بحاجتي وتولني برحمتك فإنك أن وكلتني إلي نفسي عجزت عنها وإن وكلتني إلي خلقك ظلموني وحرموني وقهروني ومنوا علي ، فبفضلك يالله أغني وابسط لي واكفني وخلصني من حسدهم وحقدهم.

Ya Allah aku tidak memiliki daya dan kekuatan atas cobaan ini, janganlah Engkau haramkan kepadamu kesehatan dan rizqi dan jangan Engkau wakilkan aku kepada makhluk-Mu tetapi cukupkanlah kebutuhanku dan lindungi aku dengan rahmat-Mu. Jika Engkau melindungi aku aku menjadi kuat dan jika Engkau wakilkan aku kepada makhluk-Mu mereka akan mendhalimi aku dan menyakiti dan memaksaku. Dengan keutamaan-Mu ya Allah cukupkan, kuatkan dan lepaskan aku dari hasad dan kedengkian mereka.


Referensi doa:http://mawdoo3.com/أدعية_لإبعاد_شر_الناس

Berita Gembira Bagi Munafik 


Sifat munafik sudah menjadi pertanda yang dominan di masyarakat demi memperoleh harta dan jabatan. Menyatakan kebenaran pun menjadi sangat sukar, orang orang meninggalkan nasehat dan lebih interes kepada kemunafikan karena menganggap jalan ini lebih mudah dan hemat tenaga tanpa menyadari akibat siksa di akhirat nanti. 

14 Abad yang lalu Allah SWT sudah menurunkan ayat ini dan sangatlah sesuai dengan kondisi sekarang. Ayat Al-Qur’an ini menjelaskan secara gamblang dan terang. 

Al-Qur’an, Surah An-Nisa 138-140.

بَشِّرِ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمًا (١٣٨) ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلۡكَـٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ‌ۚ أَيَبۡتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلۡعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعً۬ا (١٣٩) وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡڪُمۡ فِى ٱلۡكِتَـٰبِ أَنۡ إِذَا سَمِعۡتُمۡ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ يُكۡفَرُ بِہَا وَيُسۡتَہۡزَأُ بِہَا فَلَا تَقۡعُدُواْ مَعَهُمۡ حَتَّىٰ يَخُوضُواْ فِى حَدِيثٍ غَيۡرِهِۦۤ‌ۚ إِنَّكُمۡ إِذً۬ا مِّثۡلُهُمۡ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ وَٱلۡكَـٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا (١٤٠

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. [yaitu] orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan [oleh orang-orang kafir], maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya [kalau kamu berbuat demikian], tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS An-Nisa: 138-140)

Kata Albisyarah berarti memberi kabar yang menggembirakan di masa yang akan datang. Apakah orang orang munafik diberi kabar gembira? Tidak. Karena kabar gembira itu berisi sesuatu yang baik. Oleh sebab itu ketika mendengar kata munafik kita menduga adanya peringatan keras, bukan kabar gembira bagi mereka.

Allah menggunakan gaya bahasa yang lebih memperkuat ancaman. Jika Allah berkata “berikanlah peringatan kepada mereka dengan siksaan yang pedih” perkataan ini bisa diterima oleh orang orang munafik karena mereka siap mendengar berita buruk bagi mereka. Akan tetapi Allah berfirman “berilah kabar gembira kepada orang orang munafik bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang pedih”. Itulah bentuk cacian dan hinaan Allah bagi mereka.

Kadang kita mendengar redaksional yang menggunakan ungkapan kebalikan dari isi pesan yang disampaikan untuk lebih menekankan isi pesan.

Sindiran seperti ini digunakan oleh pembicara untuk mengungkapkan suatu makna secara balaghi (sastrawi), artinya tidak ada sesuatu bagi mereka selain adzab karena nasihat dan peringatan tidak lagi membekas dalam hati orang munafik. 

Allah swt berfirman kepada Rasulullah untuk menyampaikan adzab yang pedih dan akhir yang menyedihkan bagi mereka. Penggunaan kata bisyarah disini adalah sejenis celaan dan menyalahkan orang kafir dan munafik. 

maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain.

Ayat ini menunjukkan bolehnya duduk duduk dengan mereka jika yang dibicarakan bukan menjelek jelekkan Islam. Hal ini pernah terjadi di masa awal Islam. Banyak hal yang harus dilakukan berhubungan dengan orang musyrik dan ahli kitab karena umat Islam belum bisa berdiri sendiri dalam segala bidang. 

Kata yakhudhu berarti berkubang masuk dalam sesuatu yang cair seperti air dan lumpur. Sehingga makna yang ditangkap adalah menjelek jelekkan Islam. 

Kemudian firman Allah Karena sesungguhnya [kalau kamu berbuat demikian], tentulah kamu serupa dengan mereka. Menunjukkan jika kamu duduk duduk bersama mereka ikut memperbincangkan ayat ayat Allah dengan kejelekan, maka kamu pun ikut mengingkari seperti mereka. Karena kamu ikut mendengar perbincangan tentang kejelekan Islam, dan orang yang menyetujui dan membiarkan kekafiran, maka ia kafir. 


Hadits Nabi Tentang Munafik

Guna memperkuat keterangan ayat di atas tentang kemunafikan, berikut ini beberapa hadits Nabi yang menjelaskan sifat Munafik. 

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya di antara orang yang paling jahat, adalaj orang yang bermuka dua, yang mendatangi pihak ini dengan satu muka, dab pihak lainnya dengan muka yang berbeda”. (HR Bukhari dan Muslim) 

Dari Ammar, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa bermuka dua di dunia, maka pada hari kiamat dia punya dua lidah dari api”. (HR Abu Dawud) 

Dari Ibnu Umar ra Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan seorang munafik adalah seperti seekor kambing yang bolak balim kebingungan di antara dua kambing.  Sesekali dia pergi ke kambing yang satu, dan sesekali dia pergi ke yang satunya.  Dia tidak tahu manakah yang akan diikutinya”. (HR Muslim) 


Doa terhindar dari Kemunafikan

Hendaklah setiap muslim senantiasa berdoa kepada Allah swt agar dijauhkan dari sifat munafik, sebagaimana diriwayatkan dari Ummi Ma’bad berkata,”Aku mendengar Nabi saw berdoa dengan doa ini :

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ ، وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ ، وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ ” .

“Wahai Allah bersihkanlah hatiku dari nifaq, (bersihkanlah) amalku dari riya, (bersihkanlah) lisanku dari dusta, (bersihkanlah) mataku dari pengkhianatan. Sesungguhnya Engkau mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan didalam dada.” (HR. Hakim (2/227), al Khotib (5/267), ad Dailamiy (1/478 No. 1953))

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال كان صلى الله عليه وسلم يدعو فيقول “اللهم إني أعوذ بك من الشقاق والنفاق وسوء الأخلاق” – رواه أبو داود والنسائي 

Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Nabi Saw bersabda,  “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari hati yang keras, kemunafikan dan akhlak yang buruk”. (HR.  Abu Dawud dan Nasai) 


Sumber:

– Penghuni Surga dan Penghuni Neraka oleh Syaikh As-Sya’rawi

– Manajemen Lisan, Saat Diam dan Saat Bicara oleh Husain Al-Awaysiah

https://m.eramuslim.com/ustadz-menjawab/do-a-dihindarkan-dari-bahaya-munafik.htm

%d bloggers like this: