Kenapa Orang Baik Cepat Wafat


โ€‹Suatu hari kutanyakan kakekku,  “Mengapa orang baik wafat dengan cepat?” 



Kakek menjawab, “Kalau kamu di taman, bunga mawar mana yang kamu petik?” 



Aku menjawab,  “Yang paling Indah”. 


Sumber: BC Ust Arifin Jayadiningrat. 

***

(Jumal Ahmad) 

Kata Siapa Membaca Al Quran Bikin Habis Waktu?


Membaca Al Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu. 

Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al Quran.
Tapi, tahukah kamu bahwa waktu yang kamu gunakan untuk membaca Al Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja. Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda.



Apa itu keberkahan?



Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan. Wujudnya bisa bermacam-macam. Misalnya, pekerjaanmu beres, produktivitasmu meningkat, keuntunganmu bertambah, kesehatanmu terjaga dan seterusnya.
Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al Quran.
Pernahkah anda mendengar tentang orang yang stress? Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi?

 Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas?
Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.



Tahukah kamu bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka? Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer. 

Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang.
Mengapa mereka bisa? Jawabnya karena waktu mereka penuh berkah.
Dari mana keberkahan itu? Jawabnya dari membaca Al Quran



Perhatikan kisah berikut:
Ibrahim bin Abdul Wahid Al Maqdisi berwasiat kepada Al Dhiya Al Maqdisi sebelum yang terakhir pergi menuntut ilmu:
“Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan kamu tinggalkan. Karena kemudahan yang akan kamu peroleh dalam pencarianmu akan berbanding lurus dengan kadar yang kamu baca.”



Al Dhiya mengatakan, “Lalu aku renungi hal itu dan aku praktekkan berkali-kali. Setiap kali aku membaca banyak, semakin mudah aku menghafal hadits dan menulisnya. Jika aku tidak membaca, tidak mudah aku melakukannya.”
Sumber: 

“Dzail Thabaqat al-Hanabilah”, karya Ibnu Rajab al Hambali.



Jadi, jelaslah bahwa membaca Al Quran membawa keberkahan sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih bermakna dengannya.
Terakhir pesan saya,

JANGAN kamu membaca Al Quran di waktu luangmu, tapi LUANGKAN waktumu untuk membaca Al Quran.

(Jumal Ahmad) 

Home Education Based Akhlak And Talent


“Mumpung anak masih kecil, jangan sampai salah seperti saya ya. Anak pertama usia 22 thn hafal 18 juz. Anak kedua dan ketiga semua hafidz dan hafidzah. Tuntas 30 juz. Tapi saya sedih karena untuk sholat saja mereka masih diingatkan dan disuruh. Saya menangis saat saya baru sadar bahwa ada yg terlewat kala itu. 

Fitrah keimanan (dibahas saat workshop) yg harusnya ditanam di 7 tahun pertama hidupnya ternyata lupa saya kawal lebih ketat dan belum tuntas. Dan sekarang kami harus “restart” dari awal untuk mengulang proses yg terlewat”.
Hmm,,, 

Jazakumullah khairan katsiran nasehat berharganya pak,,, 
Satu hal lagi yg saya dapat saat mengikuti worshop home education based fitrah and tallent di Semarang bbrp waktu lalu bersama Ust Harry. 
Didiklah anak sesuai fitrah. Fitrah apa? Ada bbrp fitrah. Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas. 
Fitrah seksualitas? Wow, gimana itu? 

Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya. Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan. Jika ia laki2, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki2. 
Pertanyaan berikutnya yg muncul, bagaimana tekhnis membangkitkan fitrah seksualitas ini ? 
Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya. 
๐ŸŒ Usia 0 – 2 tahun 

Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya. Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun. Menyusui, bukan memberi asi. Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp. 
๐ŸŒ Usia 3 – 6 tahun 

Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya. Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya. Perbanyak aktivitas bersama. 
๐ŸŒ Usia 7 – 10 tahun 

Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya. Jika anak laki2, maka dekatkan dengan ayahnya. Ajak anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya. Nyuci motor, akrab dg alat2 pertukangan, ke gym bareng, dsb. 

Jika anak perempuan, maka dekatkan dengan bundanya. Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya. Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih2 rumah, menjahit dsb. 
๐ŸŒ Usia 11 – 14 tahun 

Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan. Lintas gender. Jika anak laki2, maka dekatkan pada bundanya. Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya. 
Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tsb 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki2 lain. Di sebuah artikel parenting, dulu saya juga menemukan hal senada. Jika tdk dekat dg ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki2 yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata. 
Logis juga sih. Saat ada laki2 yg memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau krn ada ayahnya yg lebih sering memujinya. Kalau ada laki2 yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek2 krn ada ayahnya yg lbh dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah. 
Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dg ayahnya, maka sebaliknya, anak laki2 harus dekat dengan bundanya. Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki2 punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan. 
Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana? Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan. Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki2 lain yg bs menjadi sosok ayah pengganti. Bisa kakek, paman atau bahkan kalau terpaksa bisa minta tolong sahabat yg kita kenal. 
Sama dengan Rasulullah. Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu. Ada kakek dan pamannya. Ada nenek, bibi dan ibu susunya. 
Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana? Sudah tuntas. Krn jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh. Artinya anak kita sudah “bukan” anak kita lagi. Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita. Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak2, karna kita hanya punya waktu 14thn saja. 
Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman2. Moga allah mampukan dan bisa mempertanggungjawabkan amanah ini  kelak di hari penghitungan..
Selamat berkumpul dan merajut cinta bersama keluarga. Apapun keadaannya, jangan lupa bersyukur dan bahagia ya ๐Ÿ’Ÿ
#pentingnyakurikulum 

#janganburu2

#homebasededucation

#homeeducationbasedakhlakandtalent

Sumber: Kiriman WA dari Istri saya pagi ini dari salah satu group WA yang dia ikuti, terima kasih #loveyou

Menaklukkan Terpaan Ujian Hidup


Sehebat apapun akhlak kita, pasti ada yang tidak suka, mengeritik dengan hinaan bahkan rekayasa menghancurkan kita.

Sehebat apapun rencana kita canangkan semua cita cita, pasti pernah mengalami kegagalan dan menghadapi kendala yang menyesakkan dada.

Seringkali manusia menghargai jasa orang lain dikaitkan dengan kebutuhan yang sifatnya sementara. Ketika dalam kondisi memerlukan, seseorang cenderung merasakan peran peran orang lain yang bisa mendukung keperluannya. 

Mayoritas lembaran hidup ini “diluar prediksi”, diluar hitungan di atas kertas. Ini bukti kita makhluk yang lemah. 

Kita tidak bisa mematikan terpaan ombak, bagaimana menghilangkan gelombang ombak dan angin?. Tetapi kita diberikan akal untuk mendalami ilmu, pedoman hidup (Al-Quran) yang bisa menaklukan ombak.

“You CANNOT stop the waves 

But YOU CAN learn to Surf”

Kepribadian yang ikhlas adalah kekuatan yang dahsyat !.

You cannot tailor-make the situations in life but you can tailor-make the attitudes to fit those situations.

Inilah ilmu tentang ke ikhlasan yang meledakan semangat jiwa raga untuk  hidup,  selalu berpikir positif walau merasakan getir pahitnya kehidupan tetap SENYUM.

Orang yang bersandar kepada Allah menyadari bahwa  Allah yang menilai kita bukan manusia, “kehidupan ini diatur oleh Allah bukan tunduk dengan aturan manusia” , maka harus memegang prinsip hidup yang tegar tetap berbuat kebaikan. Tidak kandas hanya karena omongan orang. Tidak melempem hanya karena kritikan orang iri hati. Tetap berbuat positif untuk memakmurkan bumi. 

Jadi, orang beriman tidak cukup berpikir positif tapi juga harus mampu merasakan positif dan berbuat yang positif, insya Allah hasilnya akan positif.

Inilah mutiara firman Allah : 

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfudz). (Qs. Yasin [36]: 12)

Katakanlah, “Bekerjalah! Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui hal ghaib dan hal nyata, lalu diberitakan-Nya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. At-Taubah [09]: 105)

[ Jumal Ahmad ] 

Ibu Pulang


Sejak Idul Adha kemarin ibu saya di Jonggol untuk merayakan shalat ied bersama, bedua dengan bapak, tapi beliau lebih dahulu pulang karena kerjaan bertani yang selalu menunggu dan sedang berlangsung proyek renovasi mushala di tempat kami, kebetulan beliau sebagai ketuanya. 

Selama di Jonggol beliau menemani cucu pertamanya, namanya Raihan Al-Musthafa, beliau sangat sayang dengan cucunya, selama disana ibu dan Raiham ibarat perangko, ibarat  lem dan kertas yang terus nempel. Sekolah pun ibu yang menemani cucu kesayangannya. 

Ibu saya seorang wanita yang hebat, demikian juga ibu ibu yang lain di seluruh dunia, tidak ada ibu yang tidak mencintai anaknya, ibu selalu rela berkorban demi kebahagiaan mereka. 

Perjuangan beliau untuk mensekolahkan kami adalah perjuangan yang tidak akan pernah kami lupakan, bagaimana tidak? Agar kami bisa sekolah dan tenang di pesantren, beliau rela kerja di daerah Jogja untuk menambah uang saku kami, bapak yang hanya seorang petani desa tidak punya banyak uang waktu itu. 

Perjuangan orang tua menjadi pelecut semangat saya belajar, termasuk ketika menghafal Alquran. Saya ingin menjadi hafiidz dan faham tafsir Alquran agar kelak bisa memberikan mahkota kemuliaan yang Allah subhanahu wa taala janjikan kepada anak yang hafal Alquran. 

Lirik lagu Shoutul Haq tentang Ibu yang saya sukai. 

Bila kuingat masa kecilku

Kuslalu menyusahkanmu

Bila kuingat masa kanakku

Kuslalu mengecewakanmu
Banyak sekali pengorbananmu

Yang kau berikan padaku

Tanpa letih dan tanpa pamrih

Kau berikan semua itu
Engkaulah yang ku kasihi

Engkaulah rinduku

Ku harap slalu doamu

Dari dirimu ya ibu
Tanpa doamu takkan kuraih

Tanpa doamu takkan kucapai

Segala cita yang kuinginkan

Dari diriku ya Ibu
Terima kasih atas kedatangannya bu… Kami sayang ibu, kami cinta ibu. 

Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan berkah, kesehatan dan perjalanan yang nyaman sehingga selamat sampai rumah. 

Ya Allah, izinkan kami untuk terus berbakti kepada bapak dan ibu kami sampai di akhirat nanti.. 

Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.. 

*di Pol Sinar Jaya Pasar Minggu, mengantar ibu pulang. 

[ Jumal Ahmad ] 

Ibu dan cucunya Raihan Musthofa di area Jonggol Farm

Jangan Lupa Tujuan Hidup


โ€‹Tujuan hidup adalah IBADAH kepada ALLAH

IBADAH artinya menghambakan diri (mengecilkan diri) dengan MEMBESARKAN ALLAH.

Tiada yang patut dibesarkan diagungkan disembah dan disucikan selain Allah.

Setiap hela nafas jangan lepas NAMA ALLAH… dzikir

Maka kita tak akan lupa tujuan hidup.

Nafsu Fujur selalu aktif menyerang agar membesarkan selain Allah

Ditunggangi syetan untuk memalingkan tujuan hidup.
Maka…..๐Ÿ’”๐Ÿ˜ญ

Banyak yang “membesarkan” dirinya.

Banyak yang “membesarkan” hartanya.

Banyak yang “membesarkan” golongannya.

Banyak yang “membesarkan” anaknya.

Banyak yang “membesarkan” parpolnya.

Banyak yang “membesarkan”  predikat jabatannya.

Banyak yang “membesarkan” kharismanya.

Banyak yang “membesarkan” segalanya selain Allah.

Ingat itu hina hina hina hina hina hina hina hina di mata Allah !!!

Jadilah mulia dimata Allah 

Jadilah mutiara dimata Allah

Walaupun dipandang debu dimata manusia.

Jangan tertawa dan senyum karena mulia dimata manusia padahal hina dimata Allah karena Lupa TUJUAN hidup.

Terimakasih kawan kawan semua.

Terimakasih sahabat sahabatku yang sholeh.

Kawanku dunia akhirat.

I love you all โค because of Allah.

Uhubukum filllah

Jazakallah khoiron kasiron.

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Ingatkanlah diriku bila salah

Ingatkanlah diriku bila khilaf

Agar tidak lupa tujuan hidup.

Semoga Allah menyatukan kita dunia akhirat

Kita bertemu lagi di dalam syurga….

Maka JANGAN lupa tujuan hidup

Mulailah segala sesuatu dengan NAMA ALLAH.. 

Amiin ya rabbal aalamiin

Sumber: BC Ust Arifin Jayadiningrat di Ultah beliau hari ini. 

Menembus Hujan


Beberapa hari ini Jakarta sering diguyur hujan deras, disyukuri akan menjadi berkah dikufuri akan membawa wabah. 

Bencana banjir Garut menjadi catatan penting dan tadzkirah agar lebih perhatian terhadap lingkungan sekitar, hutan lindung yang mestinya untuk serapan air jangan dieksploitasi untuk restoran, penginapan dan bisnis semata yang semakin membuat konglomerat kaya tapi rakyat sendiri melarat. 

#PrayforGarut semoga banjir seperti ini tidak terulang dan kita semua kembali mengintrospeksi diri. Sabar dan tabah bagi keluarga yang ditinggalkan dan bagi para korban semoga amalnya diterima di sisi Allah subhanahu wa taala. 

Kembali ke bahasan… 

Senin kemarin menjadi pengalaman pertama istri saya naik motor hujan hujanan, kami berdua habis pulang kajian Akhlak Senin Pagi di Masjid Pondok Indah bersama Ust Arifin Jayadiningrat. 

Habis Ashar kami pulang, sampai di Jalan Intan daerah Cilandak, hujan mengguyur kami dengan deras, karena jas hujan hanya satu dan saya bawa laptop, dengan baik hati memberi saya jas hujan dan rela menembus hujan tanpa mantel. 

Jalan yang kami lewati berubah jadi sungai kecil kalau bukan karena bantuan dari Allah subhanahu wa taala motor yang kami pakai bisa saja mati di tengah jalan. Jalan arah Ragunan dan Cilandak KKO banjir dan mati total, alhamdulillah masih bisa lewat jalan tikus yang lain. 

Sabtu kemarin, saya hujan hujanan lagi, kali ini bersama ojek online dengan rute dari  Halim Perdana Kusumah – Bintaro Jalan Cenderawasih setelah selesai antar anak Mentawai ke bandara. 

Jarak yang ditempuh lumayan jauh, lebih dari 25km, sementara aplikasi ojek membatasi limit jaraknya hanya 25, maka saya rencanakan untuk pesan 2 kali ojek, pertama dari Halim ke Fatmawati lalu Fatmawati – Bintaro. 

Ditengah perjalanan hujan deras mengguyur kami, sambil jalan saya nawari untuk mengantar langsung sampai Bintaro, gak papa tambahannya saya bayar reguler. Akhirnya kami deal harga 90 ribu sampai Bintaro, kalaupun terlalu mahal itu gak seberapa dengan jasa bang ojeknya. 

Di Bintaro saya turun di Mahad An-Naba, pesantren Muallaf pimpinan Ust Arifin Nababan, saya ambil motor yang saya titip disitu waktu ke Bandara. Lanjut lagi saya sendiri menembus hujan menuju daerah Jagakarsa tempat saya tinggal. 

Di perjalanan ini ada satu keteledoran saya yang saya sesali dan jadi pelajaran saya ke depan. 

Didalam tas ransel saya siapkan map berisi akte yayasan yang sedianya saya mintakan tanda tangan kalau sempat ke salah satu anggota yang tinggal di daerah Bintaro. 

Karena keteledoran dan hujan yang memang deras, map itu basah terkena air dan saya ketahui setelah sampai rumah. 

Yah, ini kesalahan saya yang semoga jadi pelajaran saya dan pembaca. Selanjutnya saya akan bertanggung jawab dengan meminta lagi tanda tangan seluruh anggota yayasan. 

Semoga saja Ust.Arifin Jayadiningrat bisa memaklumi… ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Alhamdulillah, akte yang kehujanan itu cukup saya ketik ulang dengan mengikuti tata tulis persis seperti aslinya karena surat akte ini masih mirip rpus di perusahaan. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Sekian.. 

[ Jumal Ahmad] 

%d bloggers like this: