Hukum Masturbasi atau Onani


Masturbasi adalah sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan yang terdapat di mana-mana. Pelakunya pun tidak terbatas pada jenis kelamin, usia maupun latar belakang sosial. Sebenarnya gejala masturbasi pada usia pubertas dan remaja, banyak sekali terjadi. Hal ini disebabkan oleh kematangan seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar; lalu ditambah dengan rangsangan-rangsangan ekstern berupa buku-buku dan gambar porno, film biru, meniru kawan dan lain-lain.

Sebuah penelitian kesehatan menyebutkan bahwa kebiasaan buruk Masturbasi atau Onani telah menyebar dengan pesat di kalangan pemuda dan pemudi, sekitar  90-95% pemuda dan 70% pemudi pernah melakukan Masturbasi dalam hidup mereka dengan cara dan jangka waktu yang berbeda-beda.

Mereka dengan mudah melakukannya karena kerjaan ini murah meriah , bisa dilakukan kapan dan dimana saja ketika sendirian, ketika sendiri di kamar tidur atau di kamar mandi dan tempat lainnya. Mereka bisa mendapatkan kepuasan seks tanpa merasa sakit, tanpa harus menikah menikah atau terkena penyakit kelamin. Dan karena mudahnya itu, mereka bisa melakukannya terus menerus sehingga menjadi kebiasaan.

Saya merasa sangat tergugah untuk menjelaskan permasalahan ini karena terkadang seseorang dengan sengaja melakukan Masturbasi padahal ia tahu hukumnya, dan perbuatan ini termasuk melampaui batas yang dilarang oleh Al-Quran dan Sunnah dang menghina hukum Allah karena ia lakukan dengan terus menerus.

Ada sebagian orang yang melakukan Masturbasi itu shalat jama’ah di masjid tanpa mandi dan hanya wudhu saja langsung shalat. Padahal ini dosa besar karena 1). Merusak puasa 2). Bermaksiat kepada Allah dan Rasul karena tidak mandi junub 3). Bermaksiat kepada Allah dan Rasul dengn melakukan Masturbasi tersebut 4). Orang yang melakukan Masturbasi itu membaca Al-Quran dan Fatihah dan ini haram karena orang yang masih junub dilarang membaca Al-Quran dan 5). Shalat orang yang melakukan Masturbasi jika tidak mandi tidak akan diterima shalatnya dan ini sungguh kerugian yang besar.

Ada juga yang melakukan Masturbasi ketika siang puasa Ramadhan, dan ini termasuk dosa besar karena; 1). Merusak puasa 2). Bermaksiat kepada Allah dan Rasul dengn melakukan Masturbasi tersebut 3). Tidak menghormati kemuliaan Ramadhan dan 4). Sebagian mereka tidak mengqadha’ atau mengganti puasa yang rusak karena Masturbasi, yang dia hanya menambah dosa saja.

Dan terkadang ada juga pemuda yang melakukan Masturbasi ketika Umrah, dan ini termasuk dosa besar karena; 1).  Tidak menghormati kemuliaan waktu dan tempat 2). Membatalkan manasik haji 3). Bermaksiat kepada Allah dan Rasul dengn melakukan Masturbasi tersebut dan 4). Sebagian mereka tidak membayar fidyah karena melakukan Masturbasi.

Selanjutnya, makalah ini sebagai nasihat untuk diri sendiri terutama yang masih muda dan bujang dan untuk teman-teman para pemuda-pemudi dan umat islam lainnya. Memang kadangkala iman manusia itu lemah sehingga jatuh pada perbuatan yang dilarang. Itu, karena manusia diciptakan dari sebuah kelemahan. Kadangala manusia juga terpeleset dan tersesat karena ia memiliki kekurangan.

Namun, bila benih keimanan yang sudah tertanam di hati itu tumbuh dan berkembang seperti pohon yang rindang, maka keimanan dan keyakinan itu akan mendorong manusia untuk kembali kepada-Nya dan meminta ampunan-Nya atas segala kesalahan dan dosa.

Pengertian

Istilah Masturbasi, berasal dari Bahasa Inggris “masturbation”. Dan juga dibicarakan oleh ahli hukum Islam yang disebut dengan istilah al-istimna’, yang berarti onani atau perancapan. Kata ini sebenarnya berasal dari isim atau kata benda al-maniyyu (air mani) lalu dialihkan menjadi fi’il (kata kerja) istamna-yastamni-istimnaan yang berarti mengeluarkan air mani. Tetapi sebenarnya pengertian masturbasi (onani), adalah mengeluarkan air mani dengan cara menggunakan salah satu anggota badan (misalnya tangan), untuk mendapatkan kepuasan seks. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.

Istilah lain untuk masturbasi ini adalah A’adah Assariyyah atau kebiasaan yang tersembunyi; meski disebut dengan ‘kebiasaan yang tersembunyi’ tetapi itu hanya berlaku di kalangan manusia karena di mata Allah SWT segala sesuatu akan nampak dan tidak ada yang bisa disembunyikan.

Allah SWT berfirman: “Mereka bisa bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bisa bersembunyi dari Allah” (QS. An-Nisa’: 108) “Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”  (QS. Al-Mujadalah: 7)

Ada juga yang menyebutnya dengan Al-Khadkhadhah seperti Syaikh As-Sinqithi ketika menafsirkan ayat 1-9 surat Al-Mukmin, Nikahul Yadd atau menikah dengan tangan dan orang arab dulu menyebutnya dengan Jild ‘Umairah atau kulit ‘Umairah, nama untuk farj di Arab dulu.

Di masyarakat istilah onani lebih dikenal. Sebutan ini, menurut berbagai ulasan yang ditulis Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp, And, Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, berasal dari nama seorang laki-laki, Onan, seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama Tersebutlah di dalam Kitab Kejadian pasal 38, Onan disuruh ayahnya, Yehuda, mengawini isteri almarhum kakaknya agar kakaknya mempunyai keturunan. Onan keberatan, karena anak yang akan lahir dianggap keturunan kakaknya. Maka Onan menumpahkan spermanya di luar tubuh janda itu setiap berhubungan seksual (coitus interruptus). Dengan cara yang kini disebut sanggama terputus itu, janda kakaknya tidak hamil. Namun akibatnya mengerikan. Tuhan murka dan Onan mati.

Hukum Onani atau Masturbasi

Ulama fiqih Islam berbeda pendapat dalam menetapkan kepastian hukum tentang perbuatan masturbasi, karena mereka berbeda tinjauan dalam memandang hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya perbuatan tersebut. Maka berikut ini akan dikemukakan beberapa pendapat ulama fiqih:

Pertama; Haram Mutlak

 

Pengikut mazhab Malikiyah, Syafi’iyyah dan Zaidiyyah[1] mengatakan; perbuatan masturbasi hukumnya haram, karena Allah SWT memerintahkan agar selalu menjaga alat kelaminnya supaya tidak tersalurkan  ke jalan yang haram.

Hukum haram ini telah disebutkan oleh ulama salaf dan khalaf baik seorang muslim itu takut terjerumus dalam zina atau tidak seperti:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyatakan: “Masturbasi dengan tangan itu hukumnya haram menurut jumhur ulama, dan inilah jawaban yang benar di antara dua opsi dalam mazhab Ahmad dan pelakunya dikenai ta’zir”[2]

Syaikh As-Sinqithi juga menyebutkan keharamannya ketika menafsirkan QS. Al-Mukminun ayat 5-7, pandangan ini juga diikuti oleh beberapa masayikh terkenal seperti Syaikh Albani, Syaikh Utsaimin, Syaikh Bin baz dan yang lainnya.

Pendapat ini didasarkan pada tiga buah ayat yang berbunyi:

“Dan Orang-orang yang menjaga kemaluaannya” (QS. Al-Mukmunin: 5)

“Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela” (QS. Al-Mukminun: 6)

“Barangsiapa mencari dibalik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-Mukminun: 7)

 

Secara umum ayat di atas menjelaskan wajibnya menjaga kemaluan atau setiap kenikmatan yang didapat melalui kemaluan seperti mengeluarkan mani, kecuali kepada istri atau hamba sahaya. Siapa saja yang mencari kenikmatan selain dengan itu seperti berhubungan dengan binatang, berzina, homo seksual, lesbian, atau masturbasi dengan tangan atau alat, termasuk orang –orang yang melampaui batas.

Kedua; Mubah Mutlak

 

Di antara ulama yang memandang mubah secara mutlak adalah Ibnu Hazm, sebagian riwayat dari Imam Ahmad, Ibnu Umar, Atha’, Ibnu Abbas, Al-Hasan dan beberapa pembesar ulama Tabi’in. Sumber lain menyebutkan, asalkan dilakukan dengan menggunakan tangan kiri.

Ketiga; Perincian

 

Pendapat ketiga adalah pendapat yang merinci hukum Masturbasi; mereka mengatakan, jika masturbasi dikerjakan tidak dalam keadaan darurat, hukumnya haram, tetapi jika ia melakukannya dalam keadaan darurat, hukumnya mubah.

Pendapat ini dipegang oleh sebagian mazhab Hanabilah dan Hanafiah, dalil keharaman masturbasi sama dengan dalil pendapat pertama, adapun dalil tentang mubahnya adalah kaidah fiqih: Ad-Dharurah Tubihul Mahdzurat.

Masturbasi bisa disebut darurat jika telah memenuhi tiga hal yaitu jika ia tidak melakukan masturbasi ia akan mati atau sebagian tubuhnya akan rusak atau cacat atau akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar dan nyata.

Jika ketiga syarat tersebut telah terpenuhi, maka hukum masturbasi yang awalnya haram berubah menjadi mubah, tetapi kadang-kadang wajib bila dilakukan untuk menghindari perbuatan zina. Karena upaya menghindari perbuatan tersebut hukumnya wajib.

Maka dari beberapa pendapat ulama Fiqih tersebut, bisa kita simpulkan sebuah argumentasi boleh melakukan masturbasi atau onani bila libido (kekuatan seks) seseorang sangat menekan, padahal ia belum bisa kawin. Dan kalau tidak ada hajat untuk menghindari perbuatan zina maka haram hukumnya, karena beberapa pertimbangan:

  1. Perbuatan masturbasi merupakan etika  yang buruk.
  2. Dikhawatirkan bagi orang yang terbiasa melakukan masturbasi tidak dapat puas dari pelayanan istrinya bila ia menikah, sebagaimana halnya pelaku homoseksual, sehingga istrinya pun tidak dapat puas darinya.
  3. Dikhawatirkan adanya penyakit kelainan jiwa yang ditimbulkan oleh perbuatan masturbasi, sehingga kepribadian seseorang tidak normal.

91 Responses

  1. Bolehkah minta penjelasannya, di dalam kutipan berikut ini “Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela” (QS. Al-Mukminun: 6)
    Apakah berarti terhadap budak diperbolehkan hubungan layaknya suami istri?

    • Dalam banyak ayat, Al-Quran memang membolehkan laki-laki menyetubuhi budaknya sendiri. Tetapi bukan budak orang lain.seperti ayat di atas dan An-Nisa: 3 dan 24. pembolehan ini memang terasa aneh dan tidak sesuai dengan rasio kita hari ini, di mana perbudakan sudah menjadi barang yang asing.

      dahulu budak dianggap hina, dan halalnya laki-laki menyetubuhi budaknya, merupakan dispensasi atau keringanan belaka. Terutama buat mereka yang tidak mampu menikahi wanita terhormat dan mulia.
      perbudakan itu sendiri bukan produk agama Islam. Perbudakan itu sudah ada jauh sebelum Al-Quran ini diturunkan. Di zaman Romawi dan Yunani Kuno, Persia kuno, China dan hampir seluruh peradaban manusia di masa lalu telah dikenal perbudakan. Dan semua itu terjadi berabad-abad sebelum Islam datang.Sedangkan negeri Arab termasuk negeri yang belakangan mengenal perbudakan.

      slam adalah agama pertama yang mensyariatkan pembebasan budak seperti hukuman dan kaffarah yang bentuknya membebaskan budak. Bahkan dalam syariah dikenal kredit pembebasan budak. Seorang budak boleh mencicil sejumlah uang untuk menebus dirinya sendiri yang tidak boleh dihalangi oleh tuannya.Dengan cara yang sistematis dan proses yang alami, perbudakan hilang dari dunia Islam jauh beberapa ratus tahun sebelum orang barat meninggalkan perbudakan.

      sekian jawaban saya, semoga belum puas!!!:)

      • :D terimakasih atas penjelasannya. Dulu pernah membaca sendiri dan agak binggung. Sekarang sudah sedikit ada pencerahan….

      • alhamdulillah…semoga yang sedikit ini bemanfaat, amieen

  2. bergaul dengan budak tersebut bukan asal bergaul tapi harus di dinikahi dulu, silahkan perdalam lagi mbak… biar sangat jelas

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    mau tanya, jika onani hanya dilakukan 1 kali di bulan ramadan, bagaimana saya harus membayar fidyah. apakah setiap hari atau satu hari tersebut ketika melakukan onani. dan berikan penjelasan tentang bagaimana membayar fidyah.
    terima kasih
    wassalamu’alaikum wr.wb

    • perbuatan onani ketika puasa termasuk amalan yang membatalkan puasa, yang jika dilakukan wajig mengqadha saja dan tidak perlu membayar kafarat.

      berbeda dengan orang yang sengaja berhubungan badan dengan istrinya di siang hari, dia wajib mengganti karena telah membatalkan puasanya dengan sengaja dan wajib membayar denda/fidyah karena ada hadits riwayat Bukhari Muslim yang menyebutkan hal tersebut.

      jika onani dilakuakn satu kali di bulan ramadhan, maka anda wajib mengqadha puasa anda sebanyak yang batal di luar ramadhan. dalil tentang batalnya puasa orang onani adalah hadits qudsi yang artinya: “Hamba-Ku meninggalkan makanan dan minumannya serta syahwatnya karena mencari ridha-Ku”. (HR Bukhari). melakukan onani dengan syahwat sehingga maninya keluar secara otomatis bertentangan dengan hadits qudsi tersebut.

      Namun jika ada seseorang yang hanya melamun sampai keluar maninya maka dalam hal ini puasanya tidak batal. dalilnya adalah sabda Nabi saw: “Sesungguhnya Allah telah memaafkan dari umat ini apa yang terdetik dalam dirinya, selama belum dikerjakan atau belum diungkapkan”. (HR Bukhari Muslim)

      sekian jawaban dari kami, semoga bermanfaat….

  4. Saya mau bertanya ustadz. .
    Apa hukum orang yang bernazar,apabila ia melakukan onani hingga waktu y ditentukan maka wajib baginya berpuasa?

    • saya berusaha memahami soal anda demikian, bagaimana hukum orang yang bernazar untuk tidak melakukan onani sampai batas waktu, lalu sebelum berakhir batas waktu tersebut ia melakukan onani, lalu apakah ia wajib berpuasa?

      jika memang pertanyaan yang anda maksud seperti itu, maka nazar anda termasuk jenis nazar mutlak yaitu nazar yang dilafazkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi maksiat. nazar ini harus diusahakan untuk dapat dilaksanakan sesuai nazar anda, jika nazar anda adalah sekiranya selama beberapa waktu saya melakukan onani maka saya akan berpuasa, maka anda harus melaksanakan puasa tersebut.

      Dalil-dalil tentang nazar
      1. dari al-quran
      “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang mana azabnya merata di mana-mana. ” (QS Al-Insan: 7)
      2. dari hadits Nabi
      Hadis riwayat imam Bukhari daripada Sayyidatina ‘Aishah daripada nabi S.A.W telah bersabda yang bermaksud : Sesiapa yang bernazar untuk taat kepada Allah maka taatilah akanNya dan sesiapa yang bernazar untuk berbuat maksiat kepadaNya maka janganlah membuat maksiat kepadaNya.

      dan hadita Nabi
      Abu Daud meriwayatkan daripada Rasulullah S.A.W yang bermaksud : Bukan nazar melainkan pada apa yang mengharapkan penerimaan Allah.

      sekian jawaban dari kami, jika ada salah maksud, mohon dikoreksi

  5. Assalamualaikum ustadz,
    saya mau bertanya, apakah onani yang dimaksud disini juga termasuk jika seseorang yang yang memikirkan atau berimajinasi berhubungan badan dengan istri sah-nya hingga keluarnya air mani? dan beralasan karena mempunyai jarak yang jauh/ sdg bepergian dalam waktu yg lama sehingga tdk bs berhubungan badan dengan istri. bagaimana hukumnya ustadz.. trimakasih…wassalam..

    • Jika seseorang melakukan onani sambil berimajinasi atau ingin merasakan fantasi berhubungan badan misalnya ini termasuk, dan kebanyakan pemuda terdorong melakukan onani lantaran nafsu yang tinggi dan tidak terkontrol dan kenikmatan sementara.

      Namun jika ada seseorang yang hanya melanun sampai keluar maninya ia tidak berdosa dan puasanya tidak batal.

      Dalilnya adalah sabda Nabi saw: “Sesungguhnya Allah telah memaafkan dari umat ini apa yang terdetik dalam dirinya, selama belum dikerjakan atau belum diungkapkan”. (HR Bukhari Muslim)

      • Assalamu’alaikum wr, wb..
        Saya mau tanya, gmna hukumnya dengan wanita yg melakukan masturbasi karena ditinggal suaminya tugas diluar negeri selama 2 tahun, & sampai skrg suami tak ada kabar sama skali..
        Mohon penjelasannya..
        Makasi..
        Wassalamu’alaikum wr, wb..

      • Dalam ajaran Islam, ada hadits Rasulullah yang menyebutkan: “Mereka (istri) berhak mendapatkan dari kamu sekalian, berupa makanan dan pakaian dengan cara yang baik”. (HR. Muslim)

        Dalam hadits tersebut menunjukkan bahwa suami wajib memberi nafkah lahir dan batin kepada istri dan anaknya sesuai kemampuan. Sebaliknya, jika suami meninggalkan istri dalam waktu 4 bulan berturut-turut bahkan lebih tanpa memberi nafkah lahir dan batin, maka pernikahan batal, istri harus menggugat cerai di pengadilan agama untuk mendapatkan surat cerai sesuai pasal 19 PP no. 9 tahun 1975.

        Suami harus penuhi kebutuhan seksual istri, karena tujuan menikah salah satunya adalah seks untuk mencegah terjadinya perzinahan. Jangan lakukan onani, puasa, puasa, puasa adalah solusi terbaik yang diberikan oleh Rasulullah saw dan beliau adalah orang yang paling tahu mengenai solusi ini dan anda akan mendapat pahala dengan melaksanakannya dan Allah akan membantu meredakan gejolak syahwat.

        Jika sudah terus-terusan puasa tapi syahwat belum reda, maka cari kegiatan positif yang bisa memalingkan gejolak syahwat. Jika tidak mempan dan anda khawatir terjerumus pada perzinahan maka baru melakukan onani, sebagaimana keterangan syaikhul islam Ibnu Taimiyah.

  6. saya mau bertanya nih min, misalnya ada suatu kasus begini, onani diharamkan karna tidak boleh melakukannya selain dengan yang telah di tetapkan, tapi bagaimana bila seorang pria belum memiliki seorang istri ataupun mempunya seorang budak wanita, tetapi dikala itu ia sudah tidak bisa sanggup lagi menahan nafsu syahwat nya, dan ia juga pada saat itu belum saatnya untuk menikah.. apa dengan berpuasa dan beribadah akan bisa menahan godaannya? suatu saat toh juga akan timbul lagi godaan lainnya..
    Bagaimana pendapat admin ..
    Terimakasih

  7. sesungguhnya.. kita adalah makhluk Allah yang paling sempurna diantara makhluk2 ciptaan Allah yang lainnya..
    krn kita diberi akal dan nafsu..
    apabila kita lebih menggunakan akal maka jalan yang di ridhoi Allah lah yang kita pilih..
    tapi.., apabila kita lebih banyak menggunakan nafsu kita, sesungguhnya kita lebih buruk daripada hewan..,
    mk pergunakan lah akal kalian sebelum kita bertindak atau melakukan sesuatu yang buruk !!

    • benar dan orang yang terkalahkan dengan nafsu syahwatnya ia akan menuruti bahkan menyembahnya, semoga kita terhindar dari hal demikian.
      Tak lupa, kami sampaikan rasa terima kasih atas kunjungan di blog sederhana ini.

  8. Tapi jwpn yg saya hendak tidak ada di sini. Saya nak tahu adakah dosa ataupun tidak?

    • Penetapan kadar dan sifat dosa yang didapatkan oleh seorang pelaku maksiat, apakah sifatnya dosa besar atau dosa kecil harus berdasarkan dalil syar’i.

      Masturbasi dengan tangan sendiri atau semacamnya terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama dan pendapat yang benar adalha yang menyatakan hukumnya haram dengan dasar suarat al-mukminun dan al-ma’arij dimana masturbasi termasuk dalam keumuman mencari kenikmatan syahwat yang haram, karena melampaui batas syariat yang dihalalkan.

      Adapun hadits-hadits yang diriwayatkan dalam hal ini yang menunjukkan bahwa onani adalah dosa besar merupakan hadits-hadits yang dha’if (lemah) dan tidak bisa dijadikan hujjah. Di antaranya: “Ada tujuh golongan yang Allah tidak akan memandang kepada mereka pada hari kiamat, tidak akan membersihkan mereka (dari dosa-dosa) dan berkata kepada mereka: ‘Masuklah kalian ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk ke dalamnya!’: … dan orang yang menikahi tangannya (melakukan onani/masturbasi) ….dst

      Sifat onani yang paling parah dan tidak ada seorang pun yang menghalalkannya adalah seperti kata Syaikhul Islam dalam Majmu’ Al-Fatawa (10/574): “Adapun melakukan onani untuk bernikmat-nikmat dengannya, menekuninya sebagai adat, atau untuk mengingat-ngingat/mengkhayalkan (nikmatnya menggauli seorang wanita) dengan cara mengkhayalkan seorang wanita yang sedang digaulinya saat melakukan onani, maka yang seperti ini seluruhnya haram. Al-Imam Ahmad rahimahullahu mengharamkannya, demikian pula selain beliau. Bahkan sebagian ulama mengharuskan hukum hadd bagi pelakunya.”

      Oleh karena itu, masturbasi bukan termasuk ke dalam perbuatan dosa besar karena tidak ada dalil syar’i yang dengan jelas menyebutkan hal tersebut, masturbasi juga tidak bisa disamakan dengan zina, karena zina adalah memasukkan zakar ke farj wanita yang tidak halal baginya.

      Masturbasi adalah maksiat yang wajib dijauhi, Barangsiapa telah melakukannya hendaklah menjaga aibnya sebagai rahasia pribadinya dan hendaklah bertaubat serta memohon ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila urusannya terangkat ke mahkamah pengadilan, maka pihak hakim berwenang untuk memberi ta’zir (hukuman) yang setimpal, sebagai pelajaran dan peringatan baginya agar jera dari perbuatan hina tersebut.

      Dan sebagai nasihat, bahwa yang sering terjadi akibat masturbasi adalah timbul perasaan minder dan rasa bersalah yang akan selalu menghantui kehidupan kita, cobalah dengan memperbanyak berpuasa, memadatkan kegiatan dengan aktivitas-aktivitas yang melelahkan atau membuat acara-acara yang bisa menjernihkan fikiran anda dari keinginan masturbasi, atau pilihan yang paling bagus adalah anda segera menikah, karena jika terus menerus melakukan masutrbasi tubuh akan cepat merasa lelah, gampang ejakulasi, sulit ereksi dan mudah mengalami impotensi yang dapat berujung pada disharmonisasi keluarga. Wallahu a’lam.

  9. Assalamu’alaikum wr. wb
    Saya mau bertanya, Saya mau melaksanakan shalat, dan Saya sedang sakit. Sebelum sakit (kecelakaan) ini terjadi, Saya sempat mengeluarkan air mani, dan Saya belum mandi wajib. Apa yang harus Saya lakukan? Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    • Sebelumnya perlu diketahui bahwa mandi junub itu hukumnya wajib bagi orang yang sehat atau orang yang sakit sebagaimana firman Allah swt “Apabila kamu junub, maka bersucilah.” (QS AlMaidah : 5). Oleh karena itu segeralah anda kerjakan mandi janabah dan sebelum anda menunaikan kewajiban tersebut anda belum sah untuk melaksanakan shalat atau mengerjakan bagian shalat yang terlupa, thawaf, puasa Ramadhan dan memasuki Masjidil Haram.

      Dan hendaknya kita ketahui bersama bahwa Islam adalah agama yang sangat memudahkan pemeluknya untuk menjalankan syariat, akan anda dapatkan banyak rukhsah atau kemudahan dalam Islam yang merupakan ciri khas syariat terakhir ini.

      Pertama.
      Bila seseorang dalam keadaan sakit sehingga tidak mampu untuk mandi, dia cukup melakukan tayamum karena tayammum itu bukan hanya berfungsi sebagai pengganti wudhu’, namun juga termasuk sebagai penggantai mandi janabah.

      Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

      Dari Jabir ra berkata: Kami dalam perjalanan, tiba-tiba salah seorang dari kami tertimpa batu dan pecah kepalanya. Namun dia mimpi basah. Lalu dia bertanya kepada temannya, Apakah kalian membolehkan aku bertayammum? Teman-temannya menjawab, Kami tidak menemukan keringanan bagimu untuk bertayammum. Sebab kamu bisa mendapatkan air. Lalu mandilah orang itu dan kemudian mati . Ketika kami sampai kepada Rasulullah SAW dan menceritakan hal itu, bersabdalah beliau, Mereka telah membunuhnya, semoga Allah memerangi mereka. Mengapa tidak bertanya bila tidak tahu? Sesungguhnya obat kebodohan itu adalah bertanya. Cukuplah baginya untuk tayammum… .

      Kedua.
      apabila tubuhnya masih mampu untuk mandi dengan air, kecuali hanya bagian yang terlukanya saja, boleh saja tetap mandi dengan meninggalkan bagian yang luka. Biasanya bagian luka itu ditutup dengan perban, yang di dalam istilah fiqih disebut dengan jabiirah.

      Dan para ulama sepakat dibolehkan tidak mengguyur perban itu dengan air saat bersuci, baik yang berbentuk wudhu’ maupun mandi janabah. Sebagai gantinya, para ulama mengatakan bahwa perban itu cukup diusap saja dengan tangan yang basah dengan air, tidak perlu diguyur atau pun dicelupkan.

      Landasan hukumnya adalah apa yang kita terima dari hadits mulia berikut ini,

      Dari Ali ra. berkata: Pergelangan tanganku terluka pada saat perang Uhud, maka bendera terlepas dari tanganku. Nabi SAW bersabda, Letakkanlah bendera itu di tangan kirinya, karena Ali adalah pembawa benderaku di hari kiamat. Aku bertanya, Apa yang harus aku lakukan dengan perban ini? Beliau SAW menjawab, Usapkan saja di atasnya.

      Untuk dibolehkan membasuh perban yang menutupi luka, ada persyaratan yang harus dipenuhi sebelumnya. Antara lain:

      1. Bila luka itu terkena air maka luka itu membahayakan. Atau dikhawatirkan akan berakibat buruk apabila perban itu dibuka.

      2. Bila membasuh anggota tubuh yang sehat masih dimungkinkan dan tidak membahayakan anggota tubuh yang luka, maka caranya dengan berwudhu’ biasa, lalu tepat pada bagian yang luka dan diperban, cukup diusap saja. Sedangkan bila anggota tubuh yang sehat dibasuh namun berpengaruh juga kepada yang luka, saat itu tidak perlu berwudhu’ melainkan diganti saja dengan tayammum.

      3. Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah mengatakan bahwa bila yang luka itu nyaris hampir semua badan, maka bukan dengan diusap melainkan dengan tayammum saja.

      4. Dalam shahih yang masyhur, As-Syafi’iyah mensyaratkan bahwa untuk bolehnya mengusap di atas perban adalah bahwa orang yang terluka itu sebelumnya harus sudah berwudhu’ terlebih dahulu. Sehingga hukumnya sama dengan mengusap pada sepatu , di mana syaratnya adalah sebelum memakai sepatu harus sudah dalam kondisi berwudhu’.

      Keterengan di atas saya ringkas dari pertanyaan semisal yang pernah diajukan kepada ustadz Ahmad Sarwat, Lc.

      Sebagai tambahan anda juga bisa membaca fatwa lanjnah daimah yang sudah diterjemahkan tentang cara bersuci dan shalat orang yang sakit, bisa anda baca dan download di link berikut http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=hukum%20mandi%20wajib%20bagi%20orang%20sakit&source=web&cd=8&cad=rja&ved=0CG8QFjAH&url=http%3A%2F%2Fwww.islamhouse.com%2Fd%2Ffiles%2Fid%2Fih_fatawa%2Fsingle%2Fid_Cara_Bersuci_dan_Shalat_Orang_yang_Sakit.doc&ei=Z6PbUNvxGMbYrQfU0oHwBA&usg=AFQjCNEodY349yU_DMs5enXN3phrS1I12w&bvm=bv.1355534169,d.bmk

  10. assalamu’alaikum wr wb
    saya mau tanya
    kan tadi di surah al mukminun menyatakan bahwa “dan orang orang yang menjaga kemaluannya, KECUALI TERHADAP ISTRI ISTRI….”
    ayat itu mungkin ditujukan untuk orang yang telah beristri dan wajib menjaga kemaluannya kecuali terhadap istrinya, nah bagaimana kalau orang yang belum punya istri atau belum mampu kawin
    bagaimana hukumnya? apakah masih tetap haram?

    • Kata ‘Al-Hifdhu’ dalam ayat tersebut bermakna ash-shiyanah wal imsak atau menjaga dan menahan.Dan menjaga kemaluan berarti menjaga dari bersetubuh kecuali kepada yang telah disebutkan pengecualiannya yaitu isteri dan budak sahaya.Ayat bersifat ini mujmal yang kemudian di tahfshil.

      Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsirnya Al-Munir menyebutkan bahwa dhamir atau kata tunjuk dalam ayat tersebut ditujukan untuk pada hafidhun (orang-orang mukmin yang menjaga kehormatan) dan untuk orang yang disebutkan perkecualian dalam ayat. Artinya ayat tersebut bersifat umum bagi seluruh orang yang beriman baik itu muhshan atau ghairu muhsan.Selanjutnya beliau menyebutkan contoh perilaku yang melampaui batas adalah istimna’ bilyad atau onani yang telah dilarang dan melampaui batas syariat.

      Ayat ini juga masih ada kaitan dengan ayat sebelumnya tentang sifat orang beriman yang menjauhi perkataan sia-sia. Karena biasanya orang yang shalih itu tergelncir karena lisan dan kemaluannya. Sebagaimana sabda Nabi : “Barangsiapa yang bisa menjamin untuk menjaga apa yang ada di antara dua bibir dan di antara dua kaki, maka aku menjamin baginya surga”.

      Karenanya dapat disimpulkan bahwa ayat itu bukan hanya ditujukan kepada orang yang sudah menikah saja tetapi umum bagi semua orang beriman yang ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.

      Lalu bagaimana hukumnya orang yang belum punya istri atau belum mampu kawin? Menjaga kemaluan bagi yang masih bujang baik lelaki atau perempuan hukumnya wajib dan jangan sampai terjerumus kepada perbuatan yang melampaui batas seperti onani atau masturbasi. Sekiranya mampu hendaknya lekas menikah dan kalau belum mampu, bisa dengan memperbanyak amalan ibadah, aktif dalam kegiatan atau berpuasa.

      Semoga jawaban ini bermanfaat, sekiranya belum mencukupi saya persilahkan untuk bertanya kembali, dan semoga kita bisa mendapatkan sifat-sifat orang yang beriman sebagaimana dalam surat al-mukminun. Amien..

      • saya kira dengan akal kita dan penjelasan al-quran dan sunnah rasulullah s.a.w , sudah sangat jelas bahwa yang halal adalah istrimu/suamimu! dan bagi yang belum punya istri/suami wajib menjaga kemaluannya daripada perbuatan keji(zina) , adapun menjaga kemaluan dianjurkan dengan cara yg baik dan jangan melampaui batas sehingga merusak yang baik di dirimu( jiwa/raga), tentang hukum onani saya kira itu boleh bila dilakukan untuk menghindari zina, tapi haram hukumnya bila dilakukan melampaui batas dan wajib meninggalkannya bila sudah mampu untuk menikahi seorang wanita. perihal melampaui batas adalah sama halnya dengan perbuatan terlalu sehingga ketergantungan dan melupakan kewajiban yg di syariatkan. semoga amalmu mendapat ridha allah s.w.t

  11. membingungkan

    • Mohon maaf jika artikel ini membuat anda semakin bingung, silahkan sampaikan pada bagian mana anada merasa bingung agar kami bisa membantu anda.
      Terima kasih.

  12. assalamualaikum Wr.Wb
    pak ustad saya mau tanya, bagaimana hukumnya bila melakukan mandi wajib tapi tidak melakukan dahulu sunahnya mandi wajib ??
    mohon jawabannya dan terima kasih.
    wassalamualaikum.

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

      Ulama menyebutkan bahwa dalam tata cara mandi wajib atau mandi junub terbagi menjadi dua cara.

      Pertama; Cara yang Mujzi atau yang mencukupi dan memadadi.
      Kedua; Cara yang Kamil atau sempurna.

      Dalam kitab Syarh Mumti’, Syaikh Utsaimin menjelaskan bahwa batasan antara cara yang sempurna dengan yang cukup adalah apa-apa yang mencakup wajib maka itu sifat cukup, dan apa-apa yang mencakup wajib dan sunnah maka itu sifat sempurna.

      Adapun tata cara yang mujzi:
      1. Niat
      2. Menyiram kepala sampai tubuh bagian bawah sambil menyela-nyela bagian jari-jari, rambut, tangan dan bagian lainnya yang sukar terkena air.

      Tata cara yang sempurna :
      1. Mencuci kedua telapak tangan
      2. Menuangkan air dengan tangan kanan ke tubuh bagian kirinya lalu mencuci kemaluannya.
      3. Berwudhu sebagaimana wudhu hendak shalat.
      4. Menuangkan air di atas kepala dan menyela-nyela bagian tubuh terutama bagian yang sukar terkena air.
      5. Menyiram kepala tiga kali
      6. Menyiram seluruh tubuh.

      Maka berdasarkan keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa tata cara mandi anda sudah benar dan masuk kedalam tata cara yang mujzi’. Untuk menambah keterangan tentang tata cara mandi ini silahkan dirujuk di buku Minhajul Muslim karangan Syaikh Jabir Al-Jazairi.

  13. sebentar, itu ada di kutipan ayat Al Quran “istri-istri atau Budak” budak berarti pembantu? Bila iya kita membayar pembantu lalu berhubungan bagaimana? Sama saja dengan membayar psk dong?

    • Dalam sistem perbudakan yang dilegalkan oleh Islam. Musuh-musuh Islam selalu berusaha menyerang Islam dengan tuduhan tidak menghormati HAM. Akan tetapi, sungguh Allah swt lebih tahu dengan kemaslahatan makhluq-Nya.

      Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam dalam kitab Taisirul Alam Syarh Umdatul Ahkam menyebutkan bahwa beberapa musuh Islam mencela keras pelegalan perbudakan dalam Syariat Islam, yang menurut pandangan mereka termasuk tindakan biadab. Perbudakan tidak khusus hanya dalam Islam saja, bahkan dahulu telah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Termasuk bangsa Persia, Romawi, Babilonia dan Yunani. Dan para tokoh Yunani seperti Plato dan Aristoteles pun hanya mendiamkan tindakan ini.

      Kemudian mungkin timbul pertanyaan, mengapa Islam tidak mewajibkan pembebasan budak sehingga kaum muslim tidak memiliki alternatif lain? Dalam hal ini Syaikh Jabir Al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim menjelaskan bahwa Islam datang pada saat perbudakan telah tersebar dimana-mana, karena itu tidak pantas bagi Syariat Islam yang adil, yang menjaga jiwa, harta dan kehormatan seorang manusia untuk mewajibkan kepada manusia agar membuang harta mereka secara sekaligus. Sebagaimana juga, banyak budak yang tidak layak untuk dimerdekakan, seperti anak-anak kecil, wanita, dan sebagian laki-laki yang belum mampu mengurus diri mereka karena belum mampu untuk bekerja dan tidak tahu cara mencari penghidupan. Maka (lebih baik) mereka tetap tinggal bersama tuannya yang muslim yang memberi mereka makan seperti makan tuannya dan memberi mereka pakaian seperti yang mereka pakai dan tidak membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak sanggup mereka kerjakan. Ini semua adalah beribu-ribu derajat lebih baik dari pada hidup merdeka, jauh dari rumah yang memberi kasih sayang dan jauh dari perbuatan baik kepada mereka untuk kemudian menuju tempat yang menyengsarakan mereka laksana neraka jahim.

      Selanjutnya tentang pertanyaan yang anda tanyakan, perlu digaris bawahi bahwa pembantu dan buruh bukanlah termasuk budak. Budak dalam Islam didapatkan dari tawanan perang melawan orang kafir atau membeli budak milik orang lain. Jadi bukan perkara gampang untuk memiliki budak. Selain itu banyak hak dan kewajiban yang harus dipatuhi antara budak dan tuannya. Jadi jangan dibayangkan budak itu seperti PSK yang tidak ada hak dan kewajiban dan mendapatkannya pun mudah dimana saja dan kapan saja.

      Selain itu, Allah swt berhak menetapkan mana yang halal dan mana yang haram sesuai kehendak-Nya dan Allah swt telah menghalalkan budak bagi tuannya sebagaimana QS Al-Mukminun ayat 5-7 di atas. Diantara hikmahnya adalah banyaknya wanita-wanita yang tadinya kafir menjad muslimah, dan banyak lahir anak-anak muslim dari hasil hubungan mereka.

      Budak yang melahirkan anak tuannya disebut ummu walad yang otomatis merdeka manakala tuannya meninggal dunia. Sebagaimana hadits marfu’ dari Ibnu Abbas : “Budak wanita mana pun yang melahirkan anak tuannya maka ia bebas setelah kematian tuannya”. [HR Ibnu Majah dan dishahihkan Al-Bani].

  14. bolehkah onani dgn pantuan org lain seperti dgn pembantu saya :)

    • Tidak boleh dengan bantuan pembantu karena ia tidak halal bagi kita. Kalaupun anda mau melakukan onani maka sebaiknya menggunakan tangan istri anda karena hal itu diperbolehkan.

  15. Assalamu’alaikum Wr Wb. Mau tanya nih pak ustad, kalo kita setelah melakukan puasa sunnah tp sehabis shlat isya’ melakukan onani karena merasa kangen ist3 yg jauh dan gak mungkn kalo lg hasrat harus pulang dulu, apakah puasa yg td batal? Trus kalau baru tahu hukumnya tentang haramnya onani sekarang apa kah dosa yg dahulu sudah terampuni, kalau belum bgaimana tata cara shlat taubat yg benar, beserta keterangan waktunya? Terima kasih.

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang di blog sederhana kami dan mohon maaf atas keterlambatan kami memoderasi komentar anda.

      1. Puasa sunnah anda tidak batal karena anda sudah masuk waktu berbuka dan pantangan puasa telah hilang. Namun dengan melakukan onani anda telah merusak puasa sunah dimana manfaat puasa adalah melatih diri agar tidak cenderung kepada hawa nafsu.

      Silahkan menelaah tafsir surat Yusuf, bagaimana pujian Allah atas kesabarannya dan pengangkatan derajatnya yang tinggi.

      Ternyata sebab dari kemuliaan beliau adalah lantaran beliau menentang hawa nafsu. Akhlak nabi Yusuf sangat diperlukan sebagai contoh bagi pemuda zaman sekarang.

      2. Tentang alasan darurat ketika onani. (sedang kami siapkan).

      • Ingin menambahkan sedikit pengetahuan tentang impotensi dilihat dari mata ilmu kedokteran cina/ akupunktur.

        Impotensi umumnya disebabkan oleh lemahnya Api Ming Men, rusaknya Cing Ci Si akibat pengumbaran nafsu birahi.

        Kerusakan akibat berlebihan mengumbar nafsu adalah: pinggang pegal atau nyeri, lutut lemah, lelah, mudah lupa, kepala pusing dan nadi lemah.

        Gejala dari impotensi seperti penis tidak dapat ereksi tetapi tidak keras.

        Semoga bermanfaat.:-)

  16. Ass wr wb pak ustad. ,pak boleh kah onani
    yanga di bantu oleh teman yg sejenis yang juga normal. ,trimaksh wslam

    • Assalamualaikum ust
      saya mau nanya bagaimanaa jika melakukan onani jika tidak tahu hukumnya ?
      Dan dosakah jika melakukan onani tidak tahu hukumnya ?
      Sekian terimakasih…
      wassalam

    • Maaf atas keterlambatan kami memoderasi pertanyaan anda.

      Ini jelas kemungkaran besar yang dengan mudah diketahui oleh orang-orang yang berakal.

      Jangan sekali-kali melakukan onani karena hukumnya haram menurut ulama dan jelas-jelas merusak diri sendiri dengan kenikmatan sesaat. Apalagi dengan meminta orang lain yan pastinya aurat kita akan terlihat.

      Dan zat yang anda keluarkan ketikan onani adalah zat yang penting bagi tubuh karena merupakan sari pati tubuh. Maka jangan semena-mena membuangnya percuma.

      Saudaraku, ketahuilah nilai dan kedudukan waktu agar anda tidak menyia-nyiakan sesaat pun darinya untuk sesuatu yang tidak bisa mendekatkan diri kepada Allah swt.

      Manusia mesti mempersembahkan perkataan dan perbuatan yang paling afdhal, lalu yang afdhal, dan begitulah seterusnya. Dia harus selalu meniatkan kebaikan bukan keburukan karena keduanya akan dicatat.

      Terakhir, kami lampirkan satu contoh ulama masa lalu yang senantiasa berpacu dengan waktu, yaitu Amr bin Abdul Qais Al-Anbari, seorang tabi’in dan sufi terkenal. Seseorang berkata pada beliau, Berhentilah, aku ingin berbicara pada anda!, maka dia menjawab, Coba hentikan matahari! (siyar alam nubala,4/15).

  17. boleh kah kita sholat setelah onani pada hari itu jg sedangkan kita sudah mandi junub..

    • Boleh.

      Terima kasih dengan komentarnya dan selamat datang di blog sederhana kami.

  18. pak ustad , saya mau bertanya kalau misalnya sudah taubat dari onani lalu melakukan seperti itu hingga tiga kali apakah d ampuni dosanya,karena tdk tahan ingin melakukannya sedangkan saya belum cukup umur untuk menikah,tolong jawaban nya pas kustad
    Terima Kasih

    • Sebelumnya mari kita bahas lebih dahulu pengertian taubat menurut ulama. Taubat menurut bahasa adalah kembali, sedangkan menurut istilah adalah kembali kepada Allah swt dari tempat yang jauh menjadi dekat.

      Para ulama mengatakan bahwa taubat dari perbuatan dosa adalah wajib. Adapun syarat taubat harus memenuhi tiga hal yaitu:
      1. Menghentikan perbuatan dosa itu.
      2. Menyesalinya.
      3. Dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatannya selama-lamanya.

      Dan sungguh rahmat dan pengampunan Allah swt kepada hamba-Nya tidak terbatas waktunya sampai sebelum matahari terbit dari barat, sebagaimana hadits shahih dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw telah bersabda: “Sesungguhnya Allah swt menerima taubat seseorang hamba selama ruhnya belum sampai di kerongkongannya.” (hr. at-tirmidzi).

      Oleh karena itu saya nasehatkan kepada anda untuk segera memperbaiki niat dan taubat anda, bersungguh-sungguhlah dalam bertaubat dan untuk selalu duduk bersama orang-orang saleh, mencintai mereka dan mendekat kepada mereka serta menjauhkan diri dari pergaulan dengan orang-orang buruk agar hati anda tidak terikat dengan mereka yang suka melakukan kejahatan dan maksiat.

      Dan takutlah terhadap fitnah yang paling berbahaya bagi para lelaki yaitu fitnah wanita, karena banyak sekali para lelaki yang terjerumus ke dalam maksiat dan menyalahi aturan syariat serta mendapatkan kebinasaan di dunia akibat wanita. Sebagaimana firman Allah swt “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan berupa perempuan-perempuan…” ( qs ali imran: 14)

      Jadikanlah ilmu sebagai pemandu, dan kebijaksanaan sebagai penunjuk jalan, berpaculah dengan waktu dan berlombalah dengan hawa nafsu. Perbanyaklah bekal, karena kedatangan utusan kematian sudah demikian dekat, walau suaranya tak terdengar lantaran saking derasnya air mata penyesalan.

  19. assalamu’alaikum
    untuk masalah mandi janabah, jadi apakah sudah sah bila hanya
    Niat
    Mengguyurkan air ke seluruh tubuh tanpa tata urutan/ urutannya tidak tepat?

    syukron

  20. Assalamualaikum… maaf pak Ustad , saya mau bertanya .. ketika seseorang melakukan Onani , terus muncul rasa menyesal karena melakukan hal tersebut.. ia terus membaca Istigfar , berusaha menutupi dosa tersebut… stelah sebulan lebih ia melakukan nya lagi.. dan lagi.. apakah orang tersebut akan di terima Taubat nya atau tidak …? terima kasih pak Ustad.. Wassalam

    • Wahai Anda yang berprasangka bahwa Allah swt tidak akan mengampuni dosa-dosa anda, janganlah berputus asa dengan rahmat-Nya, karena Dia akan mengampuni segala dosa kecuali syirik.

      Termasuk dosa besar adalah memiliki anggapan bahwa dosanya lebih besar dari rahmat Allah swt. Kita semua pasti punya dosa, kalaulah setiap orang tahu dosa sahabatnya, niscaya ia tidak akan mau melihatnya. Muhammad bin Wasi’ berkata: “Kalaulah dosa-dosa itu beraroma busuk, rasanya tak mungkin kita bisa duduk bersama karena terlalu busuknya bau tersebut”.

      Dan taubat anda itu hendaklah dilakukan dengan sungguh-sungguh sesuai syarat-syarat taubat yaitu 1. Menyesali perbuatan dosa. Jika anda hendak bertaubat dengan sebenar-benar taubat dan menjauhi perbuatan onani tersebut, maka syarat pertama yang harus anda tempuh adalah anda harus benar-benar menyesali perbuatan tersebut. 2. Menjaga diri dari perbuatan dosa. Anda wajib meninggalkan perbuatan terkutuk itu secara tuntas. dan 3. Tidak mengulanginya lagi di kemudian hari. Bertekadlah untuk tidak mengulangi dosa yang pernah anda lakukan di kemudian hari, apalagi perbuatan Onani ini butuh tekad yang kuat untuk bisa menghilangkan kebiasaan tersebut.

      Saudaraku, rahmat Allah itu sangat luas, maka marilah hadapkan diri anda kepada rahmat-Nya, memohonlah keampunan dari sisi-Nya dengan sebenar-benar taubat.

      Sekian jawaban dari admin dan terima kasih telah memberi komentar di artikel ini sangat diharapkan kunjungannya lagi.

      • terimakasih atas jawaban nya , semoga bermanfaat untukku ….. Amiinn

      • Amiin Ya Rabbal Alamin.

  21. Gimana mandi wajib yang sempura?

    • Berikut cara mandi wajib nan sempurna berdasarkan hadits Aisyah yang ringkasnya sebagai berikut:

      1. Setelah membaca Bismillah, mulakan dengan membasuh dua tangan. Di dalam hadis yang lain, ada dinyatakan baginda membasuh dua tangannya sebanyak dua atau tiga kali.
      2. Kemudian basuh kemaluan dan najis di badan jika ada dengan menggunakan tangan kiri.
      3. Setelah itu ambil wudhuk sebagaimana yang biasa dilakukan.
      4. Kemudian mulakan mandian dari bahagian kepala terlebih dahulu hingga rata air di seluruh kepala termasuk di celah-celah rambut.
      5. Selesai bahagian kepala, lakukan mandian di bahagian badan pula; dari leher ke bawah. Sunat menjirus bahagian kanan terlebih dahulu, kemudian baru diikuti sebelah kiri.
      6. Semasa mandi, tangan hendaklah menggosok-gosok badan terutamanya bahagian-bahagian yang berlipat yang dikhuatiri tidak sampai air jika tidak digosok.
      7. Akhiri mandian dengan membasuh kedua kaki dan menggosok dicelah-celah jarinya.
      8. Ketika mandi itu, jangan lupa berniat di dalam hati melakukan mandi yang diwajibkan atau berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari badan.

  22. Gimana mandi wajib yang sempurna?

  23. assalamu alaikum min..!
    saya baru saja melakukan onani,padahal saya jelas2 sedang puasa,bolehkah puasanya jika saya tetap mlanjutkan puasa..! atau lbih baik saya btlkan saja..sungguh saya mnyesal tdk bisa mngndlikan hwa nafsu saya..

    • Tentang hukum Onani ketika puasa Ramadhan ulama bersepakat bahwa hukumnya Haram karena masuk dalam perbuatan menyimpang dan melampaui batas. Kemudian ada dua pendapat dalam masalah kafarah.

      Fatwa Lajnah Daimah (Komite Tetap untuk Studi Islam dan Fatwa Arab Saudi) , menyebutkan tidak perlu kafarah hanya mengqadaha puasa saja karena kafarah hanya untuk yang berhubungan badan ketika puasa. Sebagaimana fatwa berikut:
      “Onani di bulan Ramadan dan selain bulan Ramadhan, hukumnya haram. Tidak boleh dilakukan, berdasarkan firman Allah, menceritakan sifat
      orang yang beriman, ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫُﻢْ ﻟِﻔُﺮُﻭﺟِﻬِﻢْ ﺣَﺎﻓِﻈُﻮﻥَ . ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻬِﻢْ ﺃَﻭْ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﺃَﻳْﻤَﺎﻧُﻬُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻬُﻢْ ﻏَﻴْﺮُ ﻣَﻠُﻮﻣِﻴﻦَ. ﻓَﻤَﻦِ ﺍﺑْﺘَﻐَﻰ ﻭَﺭَﺍﺀَ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻌَﺎﺩُﻭﻥَ
      ‘Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka. Kecuali kepada istri atau hamba sahaya mereka, karena itu mereka tidak tercela. Barang siapa yang mencari selain itu maka mereka itulah orang yang melampaui batas.’ (Q.s. Al-Mu’minun:5–7)

      Orang yang melakukan tindakan ini di siang hari Ramadan, sementara dia sedang puasa, wajib bertobat kepada Allah, dan wajib mengganti puasa di hari saat dia melakukan onani. Akan tetapi, tidak ada kewajiban kafarah, karena kewajiban membayar kafarah hanya untuk pelanggaran melakukan hubungan suami-istri. Wa billahittaufiq. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihii wa shahbihi wa sallam .” (Fatwa Lajnah , no. 2192)

      Sementara itu pendapat yang lain mengemukakan bahwa orang yang melakukan onani hingga keluar mani di siang hari Ramadhan, statusnya sama dengan orang yang melakukan hubungan badan.Puasanya batal, dia wajib membayar qadha dan kaffarah berupa: puasa dua bulan berturut-turut, atau
      membebaskan budak, atau memberi makan 60 orang miskin.

      Kesimpulan di atas adalah pendapat Syaikh Muhammad Hasan Ad-Diduw As-Syinqithi. Ketika ditanya apakah orang yang onani siang hari ramadhan harus membayar kaffarah?

      Beliau menjawab, ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﻤﻦ ﺍﺳﺘﺨﺮﺝ ﺍﻟﻤﻨﻲ ﺣﺘﻰ ﺃﻧﺰﻝ -ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ- ﻓﻲ ﻧﻬﺎﺭ ﺭﻣﻀﺎﻥﻓﺈﻥ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭﺓ ﺗﻠﺰﻣﻪ، ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻥ
      ﺇﺧﺮﺍﺟﻪ ﺑﻤﻘﺪﻣﺔ ﻣﻦ ﻣﻘﺪﻣﺎﺕ ﺍﻟﺠﻤﺎﻉ
      ﺃﻭ ﺍﺳﺘﻤﻨﺎﺀ ﺑﺎﻟﻴﺪ ﺃﻭ ﺑﻐﻴﺮ ﺫﻟﻚ،
      ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﻘﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﺘﻮﺏ ﺇﻟﻴﻪ
      ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻀﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻭﺃﻥ ﻳﻜﻔﺮ
      ﻛﻔﺎﺭﺓ ﺗﺠﺒﺮ ﻟﻪ ﻣﺎ ﻓﻌﻞ، ﺑﺼﻴﺎﻡ
      ﺷﻬﺮﻳﻦ ﻣﺘﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﺃﻭ ﺇﻃﻌﺎﻡ ﺳﺘﻴﻦ
      ﻣﺴﻜﻴﻨﺎ ﺃﻭ ﻋﺘﻖ ﺭﻗﺒﺔ

      Terkait orang yang onani hingga keluar mani – na’udzu billah – di siang hari Ramadhan, dia wajib membayar kaffarah. Baik dia mengeluarkan mani dengan cara mukadimah hubungan badan, atau onani dengan tangan, atau cara lainnya. Dan dia wajib bertaqwa kepada Allah, bertaubat kepadanya,
      dan dia harus mengqadha puasa di hari itu, serta membayar kaffarah untuk menutupi kesalahan yang dia lakukan, dengan puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin, atau membebaskan budak. Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/20711

  24. assalamualaikum wr.wb
    ustad, saya mau nanya bagamaina cara menghilang kan kebiasaan buruk ini saya sudah solat 5 waktu dan solat sunah tahajud dan du”a dan puasa d blan ramdan tpi tetap saja sya gx bisa nahan ny utk melakukan ny dn saya terlanjur kebiasaan bagaiman kah solusi ny dan apakah kita msal ny melakukan solat taubat tapi kmudian mlakukan ny lgi ap kah d ampuni dosa ny…….?

    • Sebelumnya kami sangat berterima kasih dengan komentar anda setidaknya meramaikan stream komentar di artikel ini. Selanjutnya mari kita melihat sebentar pada hakikat penciptaan syahwat dan nafsu.

      Sungguh penciptaan nafsu dan syahwat bukan hanya untuk kelezatan semata. Karena, kalau tujuan penciptaannya adalah kelezatan saja, tentu binatang lebih beruntung daripada manusia.

      Selain untuk kelezatan, syahwat diciptakan untuk membantu tubuh dalam menempuh tahapan-tahapan perjalanan dunia. Seperti nafsu makan yang kalau manusia tidak makan, maka tubuhnya akan menjadi lemah, jika sudah makan, nafsu itu hilang. Sungguh beruntung orang yang memahami hakikat seperti ini dan tidak kalah oleh hawa nafsunya.

      Selanjutnya teruslah untuk bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya, dan waspadailah resiko dosa dan maksiat dan bersegeralah menghapusnya dengan taubat.

      • Assalamu’alaikum Ustadz,mau tanya,,bagaimana jika suatu ketika nafsu saya sedang memuncak,kemudian saya mendapatkan kenikmatan saat menggesek-gesek kemaluan saya di kasur sampai saya mengeluarkan mani,,tp hal ini tidak saya jdikan suatu kebiasaan yg saya lkukan,,apakah saya berdosa?sayamerasatakut ustadz

  25. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Pak Ustadz mau nanyak,,,apa hukumnya apabila kita bersumpah mengucapkan dua kalimat syahadat dan Mengatakan ” haram bagiku menikah dengan orang lain selain dia “…..sedangkan dia bukanlah jodoh kita
    apa akibatnya dan bagaimana caranya supaya ALLAH SWT mengampuni dosa kita

    • Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Sumpah anda ini salah karena telah mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah karena belum tentu wanita yang sekarang anda cintai akan jadi jodoh anda kelak.

      Dalam hukum islam ada kafarah atau denda untuk orang yang melanggar sumpah namanya kafaratul yamin. Tapi Allah swt tidak menghukumi dengan sumpah yang tidak disengaja untuk bersumpah karena Allah menghukum berdasarkan niat yang terkandung dalam hati. Maka hendaknya anda bertaubat pada Allah dan bertawakal kepada-Nya dan semoga anda segera dipertemukan dengan jodoh yang diidam-idamkan, amien.

      Silahkan merujuk pembahasan sumpah dalam tafsir atau keterangan surat Al-Baqarah: 225 & Al-Maidah: 89.

  26. apa hukum nya jika seseorang tersebut telah kecanduan ?
    tolong beri penjelasannya ?
    terima kasih

    • Kecanduan biasanya dilakukan orang akibat adanya stimulasi seksual internal seperti bacaan cabul, pikiran jorok atau eksternal seperti film porno atau melihat pameran dada, namun yang parah adalah jika onani sudah jadi kompensasi lari dari masalah karena membuat dia gak mau belajar menghadapi masalah.

      hal ini berbeda dengan aktivitas seks yang dilakukan dua pasangan yang sah. Terkadang kala si istri sakit, seorang suami ingin memenuhi kebutuhan seksnya. Sementara penetrasi tak mungkin dilakukan, hubungan seks normal juga tidak mungkin, maka bisa saja suami melakukan onani dengan tubuh atau tangan istri sebagai medianya.

      Dalam sebuah riwayat dari Imam Thabari menjelaskan, “Imam Al-Laits menceritakan: Kami pernah berdialog dengan Mujahid tentang bagaimana seorang suami menggauli istrinya yang sedang haid. Beliau menjelaskan, Tekan saja penis ke sela paha, pantat atau pusar, asalkan tidak dimasukkan ke dalam anus atau vagina yang sedang haid”.

      Ibnu Hajar juga menjelaskan, “Kalau seorang wanita memegang penis suaminya, lalu meletakkan di ketiaknya atau di antara dua pahanya sehingga menyemburkan sperma, maka itu mubah saja”.

  27. Assalamu’alaikum ustadz,
    Mau brtanya, hubungan saya dg orang tua tidak terlalu dekat, apalagi mnceritakan ttg msalah yg berhubungan dg junub, saya selalu mghindar saat kan bersuci.
    pertanyaan saya kapankah batas akhir mandi junub ?
    Soalnya kadang2 tanpa sengaja saat2 trtentu saya junub..dn tentu merepotkan saya jika harus berurusan dg orangtua..terimakasih

    • Yang penting setelah bersetubuh segera mandi junub karena harus shalat subuh. Shalat subuh mensyaratkan anda bersih dari hadats besar.

  28. pak ustaz yang bijaksana saya mojon penjelasan bapak mengenai dosa kemusyrikan,orang yang pernah syirik/ikut bela diri ilmu hitam semisalnya tetapi dia menyadari kesalahanya dan bertobat serta berserah diri kepada Allah swt. selama dia masih hidup apakah dosa kemusyrikan tersebut akan terampuni pak,mohon referensinya?

    • Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan komentar anda di blog sederhana ini, jangan bosan untuk menyimak update-an artikel kami dan semoga keterangan berikut bermanfaat.

      Terkait dosa kemusyrikan, merupakan dosa terbesar yang tak tertandingi. Dosa ini tidak diampuni kecuali dengan taubat dan tidak mengulanginya lagi. Sebagaimana firman Allah swt: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisa’:48)

      Syirik yang tidak diampuni adalah syirik besar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam sehingga ia pun dapat dinyatakan kafir dan kekal di neraka apabila ia meninggal dalam keadaan seperti itu dan belum sempat bertaubat.

      Sihir, perdukunan dan ilmu hitam termasuk jenis dari syirik besar di atas, apalagi ditujukan untuk menyakiti atau melampiaskan dendam kepada orang lain. Dan benar Allah swt akan mengampuni dosa orang yang berbuat syirik jika taubatnya dilakukan dengan nasuha dan tidak mengulanginya kembali.

      Yang wajib dilakukan adalah bersandar pada Allah semata dan meminta kepada-Nya agar dibebaskan dari cengkraman sihir atau ilmu hitam dan baca, pahami dan renungi ayat-ayat Al-Quran, karena itu menjadi penangkal paling manjur menghadapi kemusyrikan, anda juga akan mendapat pahala berlipat dengan membacanya karena satu huruf dinilai satu pahala lalu kalau anda membaca satu halaman saja sudah ratusan pahala yang anda dapat.

      Referensi jawaban saya diatas buku berjudul Ensiklopedi Larangan dalam Syariat Islam oleh Muhammad Basyir ath-Tahlawi, terjemahan dengan beberapa keterangan tambahan dari saya, buku ini sangat baik untuk anda miliki, ada sekitar 74 dosa besar dan 124 perbuatan haram disebutkan dalam buku ini.

      Sebagai tambahan jawaban, saya ingin menukil beberapa tips menjadi orang yang paling bahagia dari Syaikh Aidh Al-Qarni dalam buku best seller Laa Tahzan, semoga kelak kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang bahagia dunia dan akhirat.

      - Keimanan menghapuskan keresahan dan melenypkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan yang diburu oleh orang-orang bertauhid dan hiburan bagi orang-orang yang ahli ibadah.

      - Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram, dosa akan diabaikan, Allah akan menjadi ridha dan tekanan hidup akan terasa ringan.

      - Ketika waktu pagi tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik hari ini.

      - Bersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan dari dalam jiwa.

      - Ingatlah bahwa Allah sangat luas ampunan-Nya, menerima taubat, mengampuni hamba-Nya, dan menggantikan kejahatan dengan kebaikan.

      - Hiduplah bersama Al-Quran, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan, atau merenungkannya. Sebab ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.

      - Bacalah secara berulang-ulang la haula walaa quwwata illa billah, karena bacaan ini akan membuat hati menjadi tentram, membuat yang berat menjadi ringan dan membuat yang Maha Kuasa menjadi ridha.

      - Lakukanlah dzikir-dzikir tertentu, sebab ia akan menjadi penjaga dan pelindung anda.

      - Carilah rizqi yang halal dan jauhi rizqi yang haram.

      - Kebahagiaan adalah sebuah pohon yang airnya, makanannya, udaranya, dan cahayanya adalah keimanan kepada Allah dan akhirat.

      - Salah satu bentuk kebahagiaan adalah hati yang terhindar dari berbagai penyakit yang serius seperti; ragu, tidak menerima, berpaling dari Allah, tidak yakin, syubhat dan hawa nafsu.

      - Di dunia ada surga. Barangsiapa ketika di dunia tidak bisa memasukinya, maka dia tidak akan pernah memasuki surga akhirat. Surga dunia itu adalah dzikir kepada Allah, taat kepada-Nya, cinta kepada-Nya, selalu berusaha dekat dengan-Nya dan merindukan-Nya.

      - Kenapa mesti bersedih? Bukankah kita memiliki Allah yang menentukan takdir, yang memberi ampunan, yang menutupi kesalahan, yang memberi rizqi, yang melihat, yang mendengar. Semua urusan dunia kuncinya ada di tangan-Nya.

      - Rahmat itu sangat luas, dan pintunya selalu terbuka. Ampunan itu selalu diberikan, dan karunia-Nya selalu datang setiap pagi dan sore. Taubat itu akan selalu diterima, dan kesabaran Allah itu sangatlah besar.

      • Alhamdulillah,terima kasih pak ustadz semoga kebaikan bapak sekecil apapun akan menjadikan pahala.

      • pak apakah perbudakan itu adalah orang wanita/laki-laki yang pada saat itu mencari penghidupan yang layak tetapi tidak bisa menemukan jalan keluarnya karena kondisi dan situasi saat itu jadi ada dermawan yang berusaha menyelamatkan hidupnya dengan cara memberi makan/yang bisa menolong kelangsungan hidupnya jadi boleh dijadikan seperti istri. Nah pertanyaan saya kenapa jaman sekarang sudah tidak boleh ada perbudakan tetapi harus dinikahi dengan ketentuan2 yang berlaku. Jadi psk itu dosa jelas ya pak karena di mencari penghidupan yang layak dengan menjadi psk padahal masih ada jalan lain untuk mencari nafkah yang lebih halal,bukan begitu pak?referensi saya ini dari firman Allah tp saya gak tau ayatnya cuma ingat “kenapa kamu mati dalam keadaan sengsara sesungguhnya bumi Allah sangatlah luas kenapa kamu tidak mencari penghidupan yang lebih layak,siksa jatahmu.kecuali orang yang tidak tahu jalan keluarnya dari permasalahan tersebut. Mohon referensi yang baik,benar dan tepat ustadz?!

      • Islam adalah agama yang pertama kali menghapuskan perbudakan atau slaverity di dunia ini sebelum agama-agama yang lain. Di masa awal islam banyak budak yang dibebaskan dan menjadi merdeka dengan muslim lainnya tanpa ada perbedaan, banyak pula syariat yg mensyaratkan kafarah dengan membebaskan budak, atau dengan menikahinya. Sehingga perbudakan benar-benar hilang di masa Rasulullah saw.

        Disini hendaknya kita perhatikan bersama tentang pentingnya pengubahan diri ke level yang lebih baik dalam pola pikir dan perilaku kita karena Islam sendiri adalah agama taghyir (religion of change). Kita harus siap berubah, betapapun perubahan itu hanya disukai oleh sedikit orang saja.

        Bisa jadi menjadi psk, budak atau yang lainnya itu bukan menjadi pilihan hidupnya, kalau bisa ia ingin bekerja dengan pekerjaan yang lebih baik. Yang salah adalah ketika ia tidak mau mengubah diri dan cenderung menerima keadaan.

        Sering kita tidak menyadari bahwa bekerja yang tidak searah dengan tujuan hidup adalah sebuah kedzaliman yang besar, dan tujuan utama hidup kita adalah mengabdi pada Allah swt. Layak kita pertanyakan apakah kerjaan atau profesi yang sekarang digeluti bisa mengantarkan pada kesuksesan dunia dan lebih utama lagi kesuksesan akhirat?

  29. Assalamu alaikum pak ustad yg sangat bijaksana, bisa dijelaskan sebesar apakah dosa kita melakukan onani dan sebanding dengan dosa apakah onani itu pak ustad?.. Terimakasih!

    • Sebagian ulama ketika menjelaskan tafsir ayat 32 surat Al-Isro “walaa taqrabuzzinaa” menafsirkan di dalamnya perbuatan onani karena termasuk perbuatan melampaui batas dan bisa menghantarkan pada perbuatan perzinahan. Redaksi Ayat ini juga menunjukkan larangan karena terdapat ‘laa nahiyah’ larangan disini bersifat haram.

      Cukuplah dengan ayat ini kita mengetahui seberapa besar dosa dari melakukan perbuatan dilarang tersebut.

      Maka seorang muslim hendaknya menjauhi perbuatan yang haram dan dilarang, bahkan itu lebih penting dari melakukan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana sabda Nabi saw “segala yang telah aku larang, maka jauhilah. Dan segala yang aku perintahkan, maka lakukanlah semampu kalian..”. (HR Muslim)

  30. assalamu’alaikum wr.wb
    saya mau tanya
    apakah dosa kalau orang mengeluarkan mani dengan tangan lalu tidak mandi besar karna dia tidak tau bahwa mengeluarkan mani dengan tangan harus mandi besar,lalu dia memegang al-qur’an,membacanya,mengerjakan sholat,sampai waktu yang lama apakah itu dosa

    karna dia tidak tau bahwa harus mandi besar

    • Memang dalam Islam ada keringanan hukum bagi orang yang tidak tahu atau bodoh yang dalam istilah syaritnya disebu al-udzru bil jahli. Meski demikian islam sangat memotivasi umatnya untuk terus menuntut ilmu atau bertanya pada yang lebih tahu jika memang dia tidak tahu hukum amalan syariat.

      Jika memang karena tidak tahu maka insya allah tidak berdosa, dan untk shalt yg dilakukan dalm keadaan tidak suci mestinya diqadha namun jika sudah terlalu lama dan tidak tahu berapa jumlah rakaatnya maka cukup memohon ampunan pada Allah swt agar dosa kita diampuni dan amalan yang sudah dilaksanakan mendapat pahala dari-Nya.

  31. Assalamu’alaikum ustad, saya mau bertanya.

    Misalkan melakukan onani dan mengeluarkan mani di bulan ramadhan, sedangkan dia tahu bahwa itu membatalkan puasanya, tapi dia tetap melanjutkan puasanya. Dan di juga melakukan solat seperti biasanya. Tapi dia tidak mandi besar karena tidak tahu harus mandi besar. Dan itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Apa hukumnya? Dan bagaimana cara mengganti puasanya?

    • Pertanyaan seperti ini sudah pernah ditanyakan, silahkan melihat pertanyaan dan jawaban sebelumnya.

      • Puasa dan shalatnya batal. Segera bertaubat agar Allah mengampuni dosa-dosa kita semua. Ganti puasa dan shalat anda sejumlah yang anda ingat, diluar itu maka mohonlah ampunan dari Allah swt agar memaafkan kekhilafan kita semua.

        Saya juga ingin memotivasi anda agar mau mempelajari hukum-hukum Islam yang memang dibutuhkan dalam keseharian kita. Ada yang berpendapat kalau uzur karena kebodohan itu sudah gak ada di zaman ini, apalagi alat-alat untuk kita bisa bertanya perihal hukum Islam sudah lebih mudah dari dulu, contoh dengan adanya media internet yang ada sekarang, kita bisa tanya apa saja ke ustadz siapa aja.

        Maka mari kita tingkatkan islam kita dengan terus mempelajari ilmu-ilmu Allah swt. Man Yuridillahu Bihi Khairan Yufaqqihhu Fiddien “Siapa yang ingin Allah berikan kebaikan kepadanya maka akan mudahkan untuk mempelajari agama/dien”. (HR. Bukhari Muslim).

      • “Sesungguhnya hal yang paling besar yang dapat menyebabkan hati seseorang menjadi lemah dan hina adalah perbuatan dosa dan maksiat, karena sesungguhnya dosa dan maksiat dapat mencabut akar-akar keimanan dan dapat menimbulkan kerusakan dan kejahatan, dan ia merupakan faktor utama yang menyebabkan seseorang tidak taat kepada Allah.

        Ibnu Qayim berkata: “Dan diantara pengaruh perbuatan maksiat adalah lenyapnya ketaatan, dan seandainya perbuatan dosa itu tidak mempunyai hukumannya maka sesungguhnya ia menghalangi seorang hamba untuk berbuat ketaatan yang sedang terlintas, lalu ketidaktaatan itu menghentikan ketaatan yang lain, kemudian menghentikan ketiga, keempat dan seterusnya hinga habislah seluruh ketaatan yang disebabkan dosa-dosa, padahal setiap ketaatan adalah lebih baik daripada dunia beserta isinya, hal ini sama halnya dengan seseorang yang memakan satu macam makanan kemudian menyebabkan ia sakit dalam waktu yang sangat panjang yang membuatnya tidak dapat memakan berbagai macam makanan yang paling baik daripada makanan yang telah ia makan dahulu. Dan kepada Allah kita memohon perlindungan.”

        Kalau sekiranya perbuatan maksiat hanya merupakan faktor yang menyebabkan kehinaan seseorang dihadapan Tuhannya, maka tentu sudah cukup. Allah berfirman: Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya (Qs. al Hajj: 18)

        ;”Perbuatan dosa itu sangat buruk dan bahayanya besar, akan tetapi yang lebih buruk lagi adalag perbuatan-perbuatan dosa yang tidak diketahui manusia, tetapai diketahui oleh Allah, yaiatu dosa-dosa khulwah (dosa-dosa yang dilakukan oleh seseorang dan hanya Allah yang mengetahuinya)., yaitu dosa-dosa yang menghanguskan iman dan mneghilangkan rasa malu seseorang ketika melakukan dosa yang tersembunyi dari manusia lain dan mustahil tersembunyi dari Allah.

        ;”Perbuatn dosa khulwah ini dapat menghancurkan benteng ketakwaan dan mengguncangkan bumi kebaikan dan menyebabkan porak poranda karena ia menyangka Allah tidak mengawasinya. Mengapa hal itu bisa terjadi? hal itu terjadi karena ia menganggap bahwa pengawasan manusia itu lebih besar, sementara Allah baginya adalah pengawasan lemah. Oleh karena Allah mengatahui anggapan orang itu maka Allah mencabut dari dalam dirinya kecintaan kepada ketaatan lalu menggantikannya dengan kelemahan dalam beragama, dan akibatnya adalah bahwa orang itu termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi walaupun pada lahirnya dia adalah seorang yang beruntung.

        Dan ketika seseorang menyadari akibat akan hal tersebut, maka akan gemetarlah tubuhnya dan tersayat-sayat hatinya. Rasulullah saw bersabda: “Sungguh saya mengatahui bahwa sebagian di antara umatku akan datang pada hari kiamat dengan kebaikan-kebaiakan sebesar gunung lalu Allah menjasdikan kebaikan itu debu yang beterbangan, mereka itu sesungguhnyasaudara-saudara kalian yang melakukan shalat malam sebagaimana kalian melakukannya akan tetapi mereka itu adalah sekelompok manusia yang melakukan perbuatan –perbuatan yang diharamkan Allah jika mereka berkhulwah (menyendiri).”(HR Bukhari)

        ;”Alangkah menyedihkan nasib yang menimpa seorang yang melakukan ibadah bertahun-tahun lamanya hingga ibadahnya menajdi sebesar gunung, kemudian apa yang terjadi ? yang terjadi adalah bahwa Allah menjadikan ibadahnya itu debu yang berterbangan, mengapa ? karena melauikian perbuatan dosa yang tak terlihat manusia akan tetapi tak lepas dari

        Oleh karena itu Rasulullah selalu berdoa seraya mengucapkan: “Ya Allah, sesunguhnya aku memohon kepadaMu agar aku takut kepadaMu dalam keadaan terlihat maupun tak terlihat.” (HR Ibnu Hibban, An-Nasa’i)

        Maka orang yang berakal adalah orang yang selalu menempatkan Rabbnya sebagai pusat perhatianya, ia merasakan ilmu dan luasnya pengetahuan Allah, tidak sesuatu apapun yang tersembunyi dari Nya. Maka tidak ada yang dapat menghapuskan keelokan iman kecuali perbuatan maksiat, tidak ada yang melemahkan hati dan tubuh kecuali kemaksiatan.

      • terima kasih ustad.. insya allah saya sudah bertaubat kepada allah. untuk mengganti puasanya bagaimana caranya? apakah hanya menganti jumlah puasanya saja atau bagaimana? lalu, bagaimana cara mengganti solatnya? kapan waktu yang bisa digunakan?

  32. Pak ustad saya mau tanya.klo onani di kamar mandi lalu stelah onani langsung mandi junub.mandi junubnya sah tidak??

    • Mandi junubnya tetap sah dan jika dilakukan tertib sebagaimana keterangan fiqih islam.

      Beberapa orang yang suka melakukan onani memang lebih suka melakukan perbuatan itu di dalam kamar mandi yang tertutup yang segala perbuatan tidak ada yang tahu kecuali dia dan Allah.

      Karena itu jangan berlama-lama di dalam kamar mandi, keluar segera jika hajat anda telah terpenuhi. Berbetah-betah di dalamnya hanya akan mengundang godaan syaithan. Dan yang sering adalah melakukan onani.

      Jangan memasang gambar-gambar wanita di kamar mandi, kalau ada shampo atau sabun bergambar wanita segera buang dan jangan tertinggal di kamar mandi atau belilah produk sabun atau shampo yang tidak bergambar wanita.

      Terakhir jangan lupa untuk berdoa sebelum masuk dan ketika keluar kamar mandi, agar jauh dari godaan syaithan-syaithan yang jelek.

      Itu beberapa pesan waktu di kamar mandi, hati-hati di tempat itu, tempat favorit orang onani dan tempat kumpulnya syaithan penggoda manusia.

      • “Sesungguhnya hal yang paling besar yang dapat menyebabkan hati seseorang menjadi lemah dan hina adalah perbuatan dosa dan maksiat, karena sesungguhnya dosa dan maksiat dapat mencabut akar-akar keimanan dan dapat menimbulkan kerusakan dan kejahatan, dan ia merupakan faktor utama yang menyebabkan seseorang tidak taat kepada Allah.

        Ibnu Qayim berkata: “Dan diantara pengaruh perbuatan maksiat adalah lenyapnya ketaatan, dan seandainya perbuatan dosa itu tidak mempunyai hukumannya maka sesungguhnya ia menghalangi seorang hamba untuk berbuat ketaatan yang sedang terlintas, lalu ketidaktaatan itu menghentikan ketaatan yang lain, kemudian menghentikan ketiga, keempat dan seterusnya hinga habislah seluruh ketaatan yang disebabkan dosa-dosa, padahal setiap ketaatan adalah lebih baik daripada dunia beserta isinya, hal ini sama halnya dengan seseorang yang memakan satu macam makanan kemudian menyebabkan ia sakit dalam waktu yang sangat panjang yang membuatnya tidak dapat memakan berbagai macam makanan yang paling baik daripada makanan yang telah ia makan dahulu. Dan kepada Allah kita memohon perlindungan.”

        Kalau sekiranya perbuatan maksiat hanya merupakan faktor yang menyebabkan kehinaan seseorang dihadapan Tuhannya, maka tentu sudah cukup. Allah berfirman: Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya (Qs. al Hajj: 18)

        ;”Perbuatan dosa itu sangat buruk dan bahayanya besar, akan tetapi yang lebih buruk lagi adalag perbuatan-perbuatan dosa yang tidak diketahui manusia, tetapai diketahui oleh Allah, yaiatu dosa-dosa khulwah (dosa-dosa yang dilakukan oleh seseorang dan hanya Allah yang mengetahuinya)., yaitu dosa-dosa yang menghanguskan iman dan mneghilangkan rasa malu seseorang ketika melakukan dosa yang tersembunyi dari manusia lain dan mustahil tersembunyi dari Allah.

        ;”Perbuatn dosa khulwah ini dapat menghancurkan benteng ketakwaan dan mengguncangkan bumi kebaikan dan menyebabkan porak poranda karena ia menyangka Allah tidak mengawasinya. Mengapa hal itu bisa terjadi? hal itu terjadi karena ia menganggap bahwa pengawasan manusia itu lebih besar, sementara Allah baginya adalah pengawasan lemah. Oleh karena Allah mengatahui anggapan orang itu maka Allah mencabut dari dalam dirinya kecintaan kepada ketaatan lalu menggantikannya dengan kelemahan dalam beragama, dan akibatnya adalah bahwa orang itu termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi walaupun pada lahirnya dia adalah seorang yang beruntung.

        Dan ketika seseorang menyadari akibat akan hal tersebut, maka akan gemetarlah tubuhnya dan tersayat-sayat hatinya. Rasulullah saw bersabda: “Sungguh saya mengatahui bahwa sebagian di antara umatku akan datang pada hari kiamat dengan kebaikan-kebaiakan sebesar gunung lalu Allah menjasdikan kebaikan itu debu yang beterbangan, mereka itu sesungguhnyasaudara-saudara kalian yang melakukan shalat malam sebagaimana kalian melakukannya akan tetapi mereka itu adalah sekelompok manusia yang melakukan perbuatan –perbuatan yang diharamkan Allah jika mereka berkhulwah (menyendiri).”(HR Bukhari)

        ;”Alangkah menyedihkan nasib yang menimpa seorang yang melakukan ibadah bertahun-tahun lamanya hingga ibadahnya menajdi sebesar gunung, kemudian apa yang terjadi ? yang terjadi adalah bahwa Allah menjadikan ibadahnya itu debu yang berterbangan, mengapa ? karena melauikian perbuatan dosa yang tak terlihat manusia akan tetapi tak lepas dari

        Oleh karena itu Rasulullah selalu berdoa seraya mengucapkan: “Ya Allah, sesunguhnya aku memohon kepadaMu agar aku takut kepadaMu dalam keadaan terlihat maupun tak terlihat.” (HR Ibnu Hibban, An-Nasa’i)

        Maka orang yang berakal adalah orang yang selalu menempatkan Rabbnya sebagai pusat perhatianya, ia merasakan ilmu dan luasnya pengetahuan Allah, tidak sesuatu apapun yang tersembunyi dari Nya. Maka tidak ada yang dapat menghapuskan keelokan iman kecuali perbuatan maksiat, tidak ada yang melemahkan hati dan tubuh kecuali kemaksiatan.

  33. Aslm p ust, diatas belum dibahas tentang perempuan yg bermasturbasi, saya ingin menanyakan, apakah perempuan yg berfantasi, lalu mengesekan kemaluanya termasuk onani dan berdosa? Trimakasih ats perhatiannya

    • kalo sampai keluar air mani maka termasuk masturbasi, dan sebaiknya ditinggalkan dan ingat Allah ketika muncul keinginan berbuat seperti itu. Allah selalu mengawasi apa yang kita lakukan lewat malaikat pencatat amal di kanan dan kiri kita dan lewat tangan, kaki dan kulit yang nanti akan berbicara tentang amalan kita di dunia, tidak ada yang tersembunyi sama sekali.

      untuk selalu menetapkan hati dalam ketaatan, cobalah berdoa. Allahumma tsabbit qalbi ala thaatika allahumma tsabbiit qalbi ala dinika.

      Agar hati selalu terjaga.
      Allahumma ati nufusana taqwaha wa zakkiha anta khaira man zakkaha Anta waliyyuha ma maulaha.

  34. Alhamdulilah setelah baca artikel ini saya memutuskan untuk tobat selamanya….E& nih artikel paling keren sejagad dunia akherat, mulai dari artikel sampe komen yg dijawab dg panjang lebar bejibun, saya rasa semua sudah jelas dan tidak ada yg perlu ditanyakan lagi, semoga Allah membalas ilmu pak ustad ini dengan surga dan semoga ilmu ini adalah amalan yg tidak terputus kelak….amin

  35. assalamualaikum pak ustad, saya ingin bertanya, bila kita sedang menonton film biru, dan pada saat itu keluar cairan seperti sperma, apakah itu di larang shalat atau kita wajib mandi junub?? mohon jawabnya

    • Tontonan yang kurang baik, tidak bermanfaat dan tidak mendidik semestinya ditinggalkan apalagi oleh seorang muslimah yang kehormatannya sangat dijaga dalam Islam dan termasuk sebagian dari tanda kebaikan pada diri seseorang adalah dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi dirinya dan agamanya. Selain itu, kita mesti tahu bahwa sekecil apapun dosa yang kita perbuat kelak akan mendapat balasannya bahkan tangan, kaki dan tubuh kita akan menjadi saksi atas apa yang kita perbuat.

      Jika anda sedang menonton film seperti di atas (yang mesti ditinggalkan seorang muslimah) lalu keluar cairan seperti sperma dengan ciri putih berlendir dan bau maka itu namanya mani sehingga anda wajib mandi janabah dan tidak sah sholat kecuali setelah mandi karena anda dalam keadaan berhadas besar.

      Namun jika cairan yang keluar itu cair dan tidak berbau maka itu namanya madzi bukan mani, anda tidak wajib mandi tapi wajib mensucikannya, menghilangkan cairan itu dari pakaian atau baju anda dan baru setelah itu shalat.

      Kalau anda masih ragu apakah cairan yang keluar itu mani atau madzi, maka anda bisa menggabungkan di antara keduanya yaitu menganggapnya sebagai mani dalam hal wajib mandi, dan wajib mensucikannya karena menganggapnya sebagai madzi pula. Jika anda telah menganggap di salah satunya, maka semua shalat anda tetap dinyatakan sah.

      Tentang ciri mani dan madzi, kalau madzi baunya sedikit lenyir, sementara mani memiliki bau khas yaitu ketika basah seperti bau adonan dan ketika kering seperti bau putih telur.

      Menurut Imam Ghazali bahwa mani bagi perempuan hanya punya satu sifat saja yaitu keluar dalam keadaan syahwat memuncak (setelah mengalami orgasme), namun menurut mayoritas ulama cirinya sama dengan laki-laki, sehingga jika baunya sudah cocok walaupun keluar tidak dalam keadaan syahwat, tetap dihukumi mani.

      Terakhir, saya sarankan untuk meninggalkan kebiasaan nonton film-film biru dan mencoba untuk belajar tentang najis dan yang terkait dengannya agar tidak muncul perasaan was-was yang kadang membuat tertekan, karena pada umumnya was-was muncul pada orang yang tidak mengetahui hukumnya, sedangkan pada orang yang telah mengetahui tentang najis bisa dengan mudah menghilangkan was-was dengan ilmunya.

      Sekian jawaban dari kami dan semoga bermanfaat.

  36. Maf saya mau bertanya penjelasan dlm surat “Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela” (QS. Al-Mukminun: 6).. Maksud dr budak-budak it bagaimana?

    • Silahkan baca keterangan saya di komentar tentang pertanyaan yang sama dengan anda. Terima kasih.

  37. Ustadz, bagaimana hukumnya dg phone sex? Dan saya msh blm paham ustadz dg macam2 cairan yg keluar dri kmaluan khususnya bagi perempuan.. Mohon penjelasannya ustadz, terimakasih sebelumnya..

    • Assalamualaikum….pak sya sudah beberapa kali ingin brhnti…alhamdulillah 3-6 bulan bsa mnahan….tpi slalu da godaan dan mlakukan lagi…..sya trus brusah mnjauhkan lagi…tpi tak slamanya brhasil da ja ksempatan by onani…tpi sya tdk mnyatah bt tobat. Sya yakin suatu saat sya bsa total brhnti. Apakah itu salah???

      • Betul, untuk bisa meninggalkan onani secara total memang butuh waktu apalagi bagi orang yang sudah kecanduan. Anda harus terus berusaha menahan godaan yang ada sebisa mungkin.

        Ada cara efektif yang bisa membuat anda berhenti dari melakukan onani.

        Pertama, menyadari bahwa Allah swt mengetahui segala apa yang kita lakukan baik yang nampak atau yang tersembunyi.

        Kedua, meyakini bahwa besok di hari kiamat tangan, kaki dan kulit kita akan jadi saksi atas semua perbuatan kita, apakah anda ingin kelak dua tangan anda jadi saksi kalau anda telah melakukan onani?

        Ketiga, meyakini kalau onani itu buruk dan bisa mempengaruhi kehidupan pribadi dan sosial, di kehidupan pribadi dengan selalu merasa salah dan dalam kehidupan sosial dengan merasa tak berharga.

    • Hukumnya HARAM sebagaimana ayat tentang larangan mendekati zina.

      Adapun untuk suami istri silahkan buka konsultasi di link berikut http://www.konsultasisyariah.com/hukum-phonesex-untuk-hubungan-suami-istri-jarak-jauh/

  38. Assalamu’alaikum
    Saya mau tanya,kalau kita membasuh vagina dengan air keran,kemudian terkena klitoris,terasa merinding dan saat itu tdk berfikiran jorok.tp,setelah itu tidak mengeluarkan cairan apapun.
    Apakah itu termasuk onani?apa wajib mandi junub?
    terimakasih atas jawabannya

    • tidak termasuk onani atau masturbasi dan anda tidak wajib untuk mandi junub

  39. kalau itu disengaja dan telah menjadi kebiasaan bagaimana hukumnya?
    terimakasih atas jawabannya

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: